Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Jambret ‘Pembunuh Rita’ Dibekuk *Alasannya, Menjabret untuk Beli Beras

Dua pelaku penjambretan yang menewaskan Rita Margiyati di turunan Tanah Putih Semarang ditangkap oleh tim Reskrim Polsek Gajahmungkur.

Dua jambret sadis itu tega membunuh korbannya, Rita Margiyati (38), warga Jalan Candi Persil No 34 RT 04/RW 03 Kelurahan Kaliwiru, Candisari Semarang, hanya untuk mendapatkan uang guna membeli beras.

Dua tersangka masing-masing Boma Indarto (26),  warga Jalan Boom Lama Kp. Mawarsari RT 08/RW 03 Kelurahan Kuningan, Semarang Utara; dan Kuat Suko Setiyono (25), warga Kerapu Raya Kelurahan Kuningan, Semarang Utara.

Boma sendiri berperan sebagai pembonceng motor yang berperan menyerobot tas dan mendorong korban hingga terjatuh. Sedangkan Kuat berperan sebagai joki atau mengendarai motor.

"Mereka berdua ini pelaku yang menjambret wanita di turunan Tanah Putih. Korbannya tewas bersimbah darah setelah didorong hingga terjatuh," ungkap Kapolrestabes Semarang Kombes Djihartono saat gelar perkara di Mapolsek Gajahmungkur, Rabu (30/10).

Kejadian penjambretan maut itu terjadi pada Minggu (27/10) sekitar pukul 03.30. Kasus ini terungkap atas kejelian penyelidikan yang dilakukan oleh tim Reskrim Polsek Gajahmungkur. Polisi berhasil mengendus keberadaan pelaku berdasarkan ciri-ciri motor yang digunakan beraksi yakni Yamaha Mio H-5390-VF warna biru-merah. Berdasarkan penyelidikan, motor tersebut ditengarai sering digunakan untuk melakukan kejahatan di sejumlah tempat.

Ternyata benar. Petugas memergoki motor tersebut di daerah jembatan Boom Lama. Pemiliknya adalah tersangka Kuat Suko Setiyono. Tak menunggu lama, Kuat langsung dicokok oleh polisi.

"Pengembangan dari tersangka Kuat Suko Setiyono, akhirnya kami berhasil menangkap Boma Indarto di rumahnya," imbuh Djihartono didampingi Kapolsek Gajahmungkur Kompol Eva Guna Pandia.

Dua tersangka berangkat dari daerah Boom Lama dengan berboncengan motor. Sempat berputar-putar mencari sasaran di sejumlah tempat di Semarang. Sesampainya di Jalan Dr Wahidin, tepatnya di turunan Tanah Putih, tersangka didahului oleh pengendara wanita yang berboncengan dengan putrinya. Pengendara itu adalah korban.

Mereka langsung mengejar korban dan memepetnya. Tersangka Boma yang membonceng, menarik paksa tas milik korban. Saat terjadi tarik menarik, tersangka mendorong bahu korban hingga oleng dan terjatuh sehingga luka parah, kemudian meninggal di RS Elisabeth. Setelah korban terjatuh, tersangka menghampiri korban dan mengambil tas.

Tim kepolisian mengamankan barang bukti 1 motor Yamaha Mio H-5390-VF, 1 buah helm Vog warna ungu, 1 jaket dan uang tunai Rp 95 ribu sisa hasil penjambretan. Uang di tas milik korban semula berisi Rp 200 ribu dan dua unit handphone Cross dan Nexian.

"Dua handphone itu telah dijual tersangka, masing-masing Rp 150 ribu. Total uang hasil penjualan Rp 300 ribu. Uang hasil penjualan barang curian itu dibagi dua," imbuh Kapolsek Gajahmungkur.

Boma Indarto mengaku, ide penjambretan itu bermula saat keduanya sedang nongkrong di daerah Boom Lama. "Saya diajak Kuat untuk 'nyari-nyari'. Setelah itu, kami jalan-jalan ke daerah Semarang atas," ujar pria yang bekerja sebagai kuli bangunan itu.

Boma mengaku, uang tersebut digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Di antaranya beras seberat 1,5 kilogram dan 3 shampoo dan 3 sabun mandi. "Saya lagi ndak punya uang, maka saat diajak 'nyari' (mangsa, red) oleh Kuat, saya ya mau saja," ujar pria yang mengaku pernah melakukan perampasan di daerah Tanah Mas setahun lalu itu.

Sementara tersangka Kuat Suko Setiyono juga mengaku pernah menjambret dua kali. Dia pun mempunyai alasan sama, uang hasil penjambretan digunakan untuk membeli keperluan sehari-hari dan diberikan ke istrinya. "Uangnya saya gunakan untuk membeli susu dan saya berikan istri Rp 60 ribu," imbuh Kuat.

Dua tersangka terancam Pasal 365 KUHP ayat 4 dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup, atau paling lama 20 tahun penjara. (abm/rif)
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]