Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Kisah Sedih Gali Pantura Digebuki Massa, Dijemput Paksa Polisi

 Tersangka pencurian, Rahmad Geblekan (37), dijemput paksa polisi
Tak peduli masih merintih kesakitan akibat kecelakaan, petugas Polres Demak tetap menjemput Rahmad Geblekan (37), untuk dilakukan proses penyelidikan.

Seorang pelaku curas (pencurian dengan kekerasan) yang sering melakukan berbagai aksi kejahatan di jalur Pantura Demak dijemput paksa oleh pihak kepolsian ketika menjalani perawatan di RSUD Sunan Kalijaga Demak.  Rahmad masuk rumah sakit akibat kecelakaan yang dialaminya baru-baru ini. Meski kondisinya belum pulih, namun polisi tidak pandang bulu, tetap menyeretnya ke Mapolres Demak, untuk  di mintai keterangan terkait keberadaan komplotannya yang saat ini sedang buron.

Residivis pelaku curas ini sangat meresahkan warga Demak. Dia terpaksa dijemput paksa karena sudah lama menjadi target operasi (TO) Polres Demak, lantaran kerap melakukan aksi pencurian bersama kelompoknya. Saat beraksi, dia tak segan-segan melakukan kekerasan bila korbannya berani melawan.

Menurut Kasat Reskrim Polres Demak AKP Zaenul Arifin, karena tersangka sudah menjadi TO kasus pencurian dengan pemberatan, pihaknya tetap menjemput paksa untuk menjalani proses pemeriksaan, kendati Rahmad sedang menjalani perawatan luka akibat kecelakaan.

“Selama ini tersangka sangat meresahkan warga Demak, karena sering melakukan pencurian di wilayah Kota Wali,” tegasnya, kemarin.

Pihaknya sudah berkonsultasi dengan dokter rumah sakit, tersangka diizinkan untuk dijemput karena bisa dilakukan dengan perawatan jalan. Bagi Zaenul, semakin cepat dilakukan pemeriksaan, kemungkinan sangat besar dapat mengungkap jaringan berikutnya.

Diberitakan, sebelum tersangka dibawa ke Mapolres, dia sempat mendapat pengecekan medis  dari pihak rumah sakit, untuk memastikan kondisi lukanya akibat kecelakaan.

Rahmad bernasib sial, memang, dia mengalami kecelakaan di Sayung akibat mencuri motor Megapro bernopol H-5430-ZE milik pelajar Kelas I SMA Abdi Negara Karangtengah, Rian Tri Sinarno (15) di kompleks masjid Desa Batu Kecamatan Karangtengah.

Setelah terjatuh dari Megapro, dia dimassa oleh warga setempat, hingga polisi sempat kerepotan saat mengevakuasinya. Dari keterangan identitas pelaku, polisi justru mengenali Rahmad selama ini telah menjadi target operasi Polres Demak.

Dalam waktu singkat sejumlah Unit Reskrim Polres Demak langsung meluncur ke rumah sakit untuk menjemput paksa korban yang sekaligus menjadi DPO polisi.

Terpisah, Rahmad mengaku kecelakaan yang dialaminya akibat melaju dengan kecepatan tinggi dan oleng. Selama ini dia biasa mencuri bersama rekannya Sahri yang sekarang buronan polisi. Rencananya setelah mencuri Megapro, Rahmad akan menjemput temannya yang sudah menunggu di suatu tempat, untuk beraksi lagi.

“Karena oleng saya terjatuh dari motor di wilayah Desa Batu, sebelum sempat menjemput Sahri,” aku Rahmad ketika ditanyai petugas. (swi/rif)

Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]