Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Wali Kota ‘Dikroyok’ Warga Noroyono

DIKRUBUTI:  Wali Kota Semarang Hendra Prihadi dikrubuti warga Noroyono saat meninjau korban penggusuran rel ganda di Kelurahan Bululor, Semarang Utara, kemarin. HARSEM/SM/HENDRA SETIAWAN
Kehadiran Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi  menyambangi korban penggusuran rel ganda di Kelurahan Bulu Lor Kecamatan Semarang Utara, kemarin, menyedot perhatian. Pria yang akrab disapa Mas Hendi itu pun "dikroyok" warga Noroyono yang ingin menyampaikan keluh kesahnya.

TIDAK hanya bapak-bapak dan ibu-ibu, anak-anak juga mengerubuti orang nomor satu di Kota Semarang itu. Datang menggunakan Kijang Inova putih, Mas Hendi mencoba melayani warganya satu persatu. Bahkan mengajak tersenyum untuk sedikit meringankan beban yang ada saat ini.
 
"Pak Hendi, tali asih tidak layak. Setelah digusur kami harus tinggal dimana?. Padahal sekarang semuanya sudah mahal," begitu teriak warga sambil mengerumuni Mas Hendi.
 
Salah seorang warga Tri Haryono (48) menuturkan, awalnya dijanjikan ganti rugi Rp 250 ribu per meter2. Namun ada rumah yang kena pelebaran seluas 70 meter2 hanya mendapatkan Rp 8 juta dari PT KAI. Karenanya, dengan membuka Posko Peduli Korban Rel Ganda, pihaknya menuntut keadilan. "Anggaran APBN untuk rel ganda kan banyak, mencapai triliunan rupiah. Kok ganti rugi kepada kami tidak layak. Kemana uang itu," tutur Tri.
 
Seperti yang diketahui, rumah warga di sekitar rel Noroyono, meliputi RT 1-RW 2 dan RT 1-RW 1, Keluraan Bulu Lor Semarang Utara yang sudah ditempati sekitar 40 tahun terkena penggusuran proyek rel ganda dari PT Kereta Api Indonesia (KAI). Meski mendapatkan perlawanan, alat-alat berat tetap terus meratakan bangunan di sekitar rel.
 
Karena belum mendapatkan tempat baru, beberapa warga masih bertahan di lokasi. Bahkan ada yang numpang di rumah warga yang tidak terkena penggusuran. Mereka tidak dapat mencari tempat baru lantaran tak memiliki uang dan mendapatkan ganti rugi yang tidak sepadan.
 
Saat dimintai tanggapan, Mas Hendi pun mengaku prihatin dengan kondisi warga. Dia melihat warga belum siap dieksekusi. Namun demikian, Pemkot Semarang tidak akan berdiam diri. Tetapi akan membantu sebisa mungkin untuk meringankan beban warga. Salah satunya, tambahnya, merelokasi ke rumah susun warga (rusunawa) yang telah disedikan. Di antaranya di rusunawa Kaligawe dan Pekunden. Warga yang yang terkena penggusuran rel ganda tersebut dapat segera mendaftarkan diri ke pemkot untuk dicarikan tempat.
 
"Nanti warga yang terkena penggusuran akan didata. Kami tawarkan untuk menempati rusunawa yang dimiliki Pemkot Semarang. Nanti akan kami berikan keringanan," imbuh Mas Hendi. (SMNetwork/K18/sae)
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]