Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Lurah Jabungan

Lurah Jabungan Sibagus Yulianto
“Tersingkir dan Tak Terpikir”

“Terpinggir, tersingkir, terisolir, sehingga tak terpikir.” Itulah jawaban yang diberikan Sibagus Yulianto, Lurah Jabungan, Banyumanik, ketika Harian Semarang menanyakan tentang kondisi kelurahan yang dipimpinnya.

Menurutnya hal tersebut tidak berlebihan, mengingat kondisi geografis Kelurahan Jabungan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Semarang ini berbukit-bukit dan berlembah, SDM masyarakat masih relatif rendah dan juga transportasi menuju kota masih sulit.

“Dengan kondisi yang seperti itu sangat sulit untuk mengembangkan kelurahan,” terangnya. Ratarata warga Jabungan hanya lulusan SD dan beberapa warga saja yang melanjutkan ke jenjang sekolah lanjutan. Menurutnya minat masyarakat masih relatif rendah terhadap pendidikan, karena kondisi ekonomi dari masyarakat yang masih rendah. Sebagian besar hanya bekerja sebagai buruh pabrik dan buruh bangunan.

Untuk itu berbagai upaya telah dilakukan, mulai sosialisasi sampai penyuluhan. “Kalau ada warga yang minta dibuatkan surat keterangan miskin agar mendapat keringanan biaya sekolah juga kita buatkan,”terangnya.

Masalah Transportasi
Selain terkendala masalah SDM, masalah transportasi juga sangat mempengaruhi pertumbuhan
ekonomi. Tranportasi yang hanya ada 2 kali dalam sehari pada pagi hari dan sore hari, sehingga warga untuk bepergian ke kota kesulitan. “Transportasi di sini hanya ada dua kali sehari yakni pagi dan sore hari, selebihnya tidak ada,” terang mantan Kasi TrantibKecamatan Gajah Mungkur ini.

Bahkan tambah dia kebutuhan akan air bersih pun masih sangat kurang apalagi di saat musim kemarau seperti saat ini, banyak sumber air dan sumur warga yang kering. Sampai saat ini warga hanya mengandalkan bantuan air bersih dari pemkot 3 tangki tiap 2 kali seminggu, untuk memenuhi kebutuhan akan air bersih.

Bukan hanya karena SDM dan geografis, maupun transportasi saja yang mempengaruhi lambatnya pembangunan di kelurahan yang memiliki 2.890 jiwa ini. Ternyata juga karena kurangnya perhatian pemerintah kota. “Kami sangat berharap perhatian dari pemkot agar mampu mengembangkan kelurahan ini, sehingga sejajar dengan kelurahan lainnya,” harapnya.

Lebarkan Jalan
Warga juga berupaya untuk melebarkan jalan yang sempit, sehingga sering terjadi kecelakaan. Kecewa karena pemerintah kurang peduli, warga RT 2 dan RT 3 Kelurahan Jabungan, dengan dibantu tim KKN IKIP PGRI Semarang bersama-sama melebarkan jalan dengan peralatan dan bahan yang seadanya (9/8). Aksi itu juga bentuk kepedulian warga terhadap keselamatan pengguna jalan, karena sering terjadi kecelakaan di jalan utama Kelurahan Jabungan, yang menghubungkan Jabungan dengan Banyumanik Keberadaan jalan yang menghubungkan Banyumanik dengan perbatasan Ungaran, tembus kawasan hutan Penggaron ini memang sangat sempit, juga medannya berliku serta curam, dan hanya bisa dilewati satu mobil.

Sebenarnya warga sudah berkali-kali meminta kepada kelurahan agar jalan terutama di tikungan dilakukan pelebaran, namun sampai sekarang belum ada realisasinya. Untuk itu warga sekitar berinisiatif sendiri melakukan pelebaran. Meskipun dengan dana dan peralatan yang terbatas tidak menyurutkan niat mereka untuk melebarkan jalan yang berada di kawasan RW II.

Musda’an, ketua RW II, mengatakan pelebaran ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan warga karena pemerintah kurang peduli dan juga merupakan bentuk kepedulian warga terhadap keselematan pengguna jalan. “Untuk dapat melaksakan pembangunan tersebut warga dengan swadaya sendiri yang diambilkan dari kas RT dan bantuan beberapa sak semen dari TIM KKN IKIP PGRI,” tuturnya “

Kita sudah sering minta bantuan kepada pihak kelurahan, jalan tersebut diusulkan diperlebar. Namun kenyataanya sampai sekarang belum ada realisasinya, untuk itu kami berinisiatif melakukannya sendiri dengan swadaya. Kelamaan kalau menunggu bantuan dari pemerintah,” jelasnya. Meskipun pelebaran yang dilakukan tidak keseluruhan dan belum maksimal namun diharapkan pelebaran jalan ini bisa meminimalisasi kecelakaan yang terjadi (andik).*
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]