Teror Suporter Naga Hitam

Piala Walikota tahun depan - jika masih digelar - tampaknya harus dipermak segi pirantinya, terutama pola penyelenggaraan tarkam yang lebih menjamin keamanan bagi pemain. Kemarin, Arkatama FC yang bermaterikan pemain-pemain profesional terpaksa kalah oleh faktor nonteknis.
Pertandingan lanjutan semifinal Piala Walikota X antara Arkatama melawan PS Gaji Naga Hitam, Guntur Demak, kemarin pagi di Lapangan Leboh Raya, Pedurungan (setelah sore sebelumnya banjir oleh curah hujan), berkahir memilukan bagi Arkatama karena suporter Naga Hitam meneror Basuki Setiabudi dkk. Partai ini disudahi adu penalti yang berakhir 1-4 (0-0).
Lanjutan partai semifinal pertama ini kickoff mulai dipukul 08.00 untuk menuntaskan sisa waktu 77 menit. Bermain di atas lapangan becek dan sedikit genangan air, Naga Hitam terus menekan kubu PS Arkatama yang diperkuat para mantan pemain PSIS. Agaknya Arkatama bermain hati-hati, mengingat kondisi lapangan yang sangat tidak bersahabat.
Meski bermain di bawah tekanan lawan, anak-anak asuhan Budiharjo ini masih bisa melakukan serangan dan beberapa kali membahayakan gawang Naga Hitam yang dijaga kiper Susanto “Cucak Rowo”. Namun barisan belakang Naga Hitam yang digalang Hendro Bawono cukup kokoh sehingga sulit dilewati anak-anak Semarang.
Toh Arkatama sempat memperoleh kesempatan. Tapi tendangan bebas dari luar kotak penalti yang dieksekusi oleh Beto berhasil dihalau keluar Susanto. Idrus Gunawan dkk seharusnya mendapatkan keuntungan dengan tendangan pojok, tapi wasit justru mengangkat bendera tanda salah seorang pemain Arkatama terperangkap offside.
“Keputusan wasit beberapa kali memang merugikan tim kami dan tidak fair. Beberapa kali mereka melakukan pelanggaran namun tidak diberikan hukuman. Namun kami menerima kekalahan ini. Namanya pertandingan, pasti ada yang menang dan kalah,” ujar Manajer Tim Erwin Tunggal Setiawan kepada Harsem.
Basuki Dilempari Batu
Babak kedua, anak-anak asuhan Budiharjo mulai keluar dari tekanan, meski selalu kandas di barisan belakang lawan. Trio striker asing Beto, Paredes, dan Raul tidak mampu menembus jantung pertahanan juara bertahan itu. Demikian juga barisan depan mereka selalu gagal saat berhadapan dengan Herry Susilo dkk.
Ada kejadian tak mengenakkan yang sempat dicatat oleh Harsem. Beberapa kali kiper Basuki ditimpuki batu batu kecil dari belakang gawangnya oleh suporter Naga Hitam. Ini berakibat kiper utama PSIS musim lalu itu kehilangan konsentrasi.
“Pemain-pemain kami sedikit terganggu dengan suporter mereka yang sampai memasuki tengah lapangan, saat babak adu penalti dilangsungkan. Kondisi lapangan juga kurang memenuhi syarat dan membahayakan pemain. Meski begitu, kami menerima hasil ini dan akan mempersiapkan tim sebaikbaiknya untuk memperebutkan juara ke-3,” kata Erwin bijak.
Turnamen tahunan ini tampaknya perlu dievaluasi total untuk perbaikan! (puthut/rief-harian semarang)
Pertandingan lanjutan semifinal Piala Walikota X antara Arkatama melawan PS Gaji Naga Hitam, Guntur Demak, kemarin pagi di Lapangan Leboh Raya, Pedurungan (setelah sore sebelumnya banjir oleh curah hujan), berkahir memilukan bagi Arkatama karena suporter Naga Hitam meneror Basuki Setiabudi dkk. Partai ini disudahi adu penalti yang berakhir 1-4 (0-0).
Lanjutan partai semifinal pertama ini kickoff mulai dipukul 08.00 untuk menuntaskan sisa waktu 77 menit. Bermain di atas lapangan becek dan sedikit genangan air, Naga Hitam terus menekan kubu PS Arkatama yang diperkuat para mantan pemain PSIS. Agaknya Arkatama bermain hati-hati, mengingat kondisi lapangan yang sangat tidak bersahabat.
Meski bermain di bawah tekanan lawan, anak-anak asuhan Budiharjo ini masih bisa melakukan serangan dan beberapa kali membahayakan gawang Naga Hitam yang dijaga kiper Susanto “Cucak Rowo”. Namun barisan belakang Naga Hitam yang digalang Hendro Bawono cukup kokoh sehingga sulit dilewati anak-anak Semarang.
Toh Arkatama sempat memperoleh kesempatan. Tapi tendangan bebas dari luar kotak penalti yang dieksekusi oleh Beto berhasil dihalau keluar Susanto. Idrus Gunawan dkk seharusnya mendapatkan keuntungan dengan tendangan pojok, tapi wasit justru mengangkat bendera tanda salah seorang pemain Arkatama terperangkap offside.
“Keputusan wasit beberapa kali memang merugikan tim kami dan tidak fair. Beberapa kali mereka melakukan pelanggaran namun tidak diberikan hukuman. Namun kami menerima kekalahan ini. Namanya pertandingan, pasti ada yang menang dan kalah,” ujar Manajer Tim Erwin Tunggal Setiawan kepada Harsem.
Basuki Dilempari Batu
Babak kedua, anak-anak asuhan Budiharjo mulai keluar dari tekanan, meski selalu kandas di barisan belakang lawan. Trio striker asing Beto, Paredes, dan Raul tidak mampu menembus jantung pertahanan juara bertahan itu. Demikian juga barisan depan mereka selalu gagal saat berhadapan dengan Herry Susilo dkk.
Ada kejadian tak mengenakkan yang sempat dicatat oleh Harsem. Beberapa kali kiper Basuki ditimpuki batu batu kecil dari belakang gawangnya oleh suporter Naga Hitam. Ini berakibat kiper utama PSIS musim lalu itu kehilangan konsentrasi.
“Pemain-pemain kami sedikit terganggu dengan suporter mereka yang sampai memasuki tengah lapangan, saat babak adu penalti dilangsungkan. Kondisi lapangan juga kurang memenuhi syarat dan membahayakan pemain. Meski begitu, kami menerima hasil ini dan akan mempersiapkan tim sebaikbaiknya untuk memperebutkan juara ke-3,” kata Erwin bijak.
Turnamen tahunan ini tampaknya perlu dievaluasi total untuk perbaikan! (puthut/rief-harian semarang)

Post A Comment
No comments :
Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.