Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Yayasan Sholihiyyah

Mengasuh Santri, Selenggarakan Panti

TAK lengkap menyambut Ramadan tanpa menengok aktivitas pusat-pusat pendidikan keislaman. Di pelosok desa di sebelah selatan Pasar Karangawen, tepatnya di Desa Kalitengah, terdapat yayasan yang membuka panti asuhan, madrasah, dan pondok pesantren untuk anak-anak yatim piatu.

Sebanyak 30 anak laki-laki dan 29 anak perempuan yang berusia antara 5 sampai 18, ditampung di asrama yang dibangun Kiai Muhammad Muhibbin.

Mereka yang berasal dari Demak, Grobogan, dan Kabupaten Semarang itu benar-benar diasuh sebagai anak. Anak asuh panti asuhan yang berdiri sejak 2001 ini. Seratus persen kebutuhan makan minum, biaya pendidian, dan alat tulis untuk sekolahnya ditanggung sang pengasuh.

Bulan Ramadan adalah masa paling sibuk sekaligus ramai. Paling sibuk mengaji karena jadwalnya ditambah nan padat. Paling ramai karena banyak tamu yang berkunjung memberikan sumbangan. Tentu saja keduanya samasama menyenangkan.

Para santri yang tak lain anakanak asuh bersuka cita. Mereka kini, hampir tak berhenti mengaji. Sejak fajar hingga petang. Usai sholat subuh berjamaah, mereka menyimak kiainya membacakan kitab Itsbatul Karomat yang berisi bermacam-macam kemuliaan.

Selesai jam 06.15, para santri bersiap berangkat ke madrasah sesuai kelas masing-masing. Yang
letaknya setengah kilometer dari pondoknya. Lalu usai istirahat siang sepulang sekolah, mereka langsung mengesahi (menulis makna kata paad kitab yang dibacakan kiainya) kitab Mas’alah Thoharoh pada jam 14.15-15.45. Kitab ini sederhana, berisi pembahasan masalah sesuci (bersuci).

Sore hari menjelang buka puasa, kitabnya berganti Roudhotul ’Ulam. Isinya tentang filosofi ilmu dan pentingnya pendidikan. Diikuti oleh sebagian santri. Sebagian lain di jam yang sama, yakni 17.00 sampai 17.40 ini, mengikuti pengajian Al- Washiyat Wal Mauidhoh. Dibaca oleh Ustad Kasmuin, yang isinya tentang nasihat-nasihat moral.

Usai tarawih, seperti terjadi di pondok pesantren lain, hampir semalaman diisi pengajian. Usai doa sholat witir, dua kitab dibaca. Yaitu kitab Ad’iyah Mustajabah, tentang doa-doa yang makbul, dan kitab tentang keterkaitan adab dengan kitab suci Alquran. Yaitu kitab Al-Adabu Yata’allaqu bil-Quran. Minimal jam 21 baru selesai. Waktu selanjutnya, semua anggota keluarga besar pondok, baik santri, pengasuh maupun keluarga kiai, ”berlomba adu banyak” mendaraskan Alquran.

Tadarus yang dilakukan secara berjamaah memang ”hanya” satu atau dua juz. Tapi secara pribadi, masing-masing insan bisa suntuk membaca kitab pedoman utama itu sampai waktu sahur tiba. Kecuali, tentu saja, yang mendapat giliran piket memasak. Khusus pasukan koki ini, yang bertanggungjawab belanja hingga mengolah makanan, mendapat ganti pahala tadarus dengan aktivitas memasak mereka.

Perlu diketahui, kitab-kitab bertulisan Arab gundul (tanpa harakat) yang halamannya mencapai ratusan itu, dikhatamkan kurang dari sebulan. Alias rampung sebelum Lebaran. Jadi, para kiai dan para santri ngebut mengejar pahala di bulan suci ini. Dan memang diyakini, meski ditamatkan secara kilat, ilmu yang ada dalam kitab-kitab tersebut bisa diserap pengajinya karena berkah dari ibadah puasa dan kemuliaan bulan Ramadan.

”Itu namanya hikmah. Kami yakin semua orang yang mengaji di bulan suci ini mendapatkannya.
Ilmunya bisa masuk meski mengajinye cepet-cepetan,” terang Kyai Muhibbin kepada Harsem sambil bercanda.

Mengenai banyaknya orang yang datang, katanya, emang lagi musimnya orang beramal, karena mengejar keutamaan yang dijanjikan pahalanya berlipat ganda, maka banyak orang berinfaq di panti asuhan. Yang datang menyumbang di panti ini bukan hanya orang desa sekitar atau orang kota yang biasa datang berombongan. Sering pula orang luar negeri. Benarkah? Itu tak lain adalah para TKI yang mudik.

Sebelum kembali ke negeri manca, mereka menitipkan sebagian rezekinya kepada Kiai Muhibbin. Satu per satu anak-anak asuh disalami, bahkan diciumi dan dipeluk. Sambil memberikan santunan, mereka meminta didoakan agar selamat sampai tujuan dan dapat kembali ke kampung halaman untuk berjumpa lagi tahun depan. (ichwan-harian semarang)

Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]
Create gif animations. Loogix.com. Animated avatars. Animated avatar. Motley Animated avatar. Gif animator. Animated avatar. Gif animator. Zoom Gif animator. Motley Create gif animations. Zoom Animated avatar. Movie Create gif animations. Gif animator. Zoom Animated avatar. Loogix.com. Animated avatars. Negative Animated avatar. Zoom Rumah Zakat Animated avatar. Negative Babyface, Harian Semarang liquid executive club, tonitok rendezvous