Kembalikan Anakku
Betapa pahit hidup bersama lelaki jahat. Anisa (31), nama samaran, penduduk Kecamatan Genuk, harus menanggung derita bertahun-tahun akibat kawin dengan orang yang salah.
Bahkan meski bercerai, kesedihannya tak berkurang akibat ulah Kadal (32), juga samaran, mantan suaminya yang jahat. Ditemui Harsem di ruang tunggu sidang PA Kota Semarang kemarin, dia menuturkan kisah hidupnya yang pilu. Enam tahun silam, dia didekati Kadal yang mengaku bekerja di sebuah bengkel sepeda motor di Pedurungan.
Bahkan meski bercerai, kesedihannya tak berkurang akibat ulah Kadal (32), juga samaran, mantan suaminya yang jahat. Ditemui Harsem di ruang tunggu sidang PA Kota Semarang kemarin, dia menuturkan kisah hidupnya yang pilu. Enam tahun silam, dia didekati Kadal yang mengaku bekerja di sebuah bengkel sepeda motor di Pedurungan.
Entah karena merasa telah saatnya berumah tangga, dia terima ucapan cinta Kadal begitu mudah. Lalu mereka menikah. Tentu saja dia membayangkan akan bahagia hidupnya. Tetapi kenyataannya berkebalikan.
Kadal ternyata tipe lelaki bengis yang menganggap wanita makhluk rendahan. Suka berkata kasar, mencaci maki, bahkan menampar. Sedikit saja ada cekcok diantara mereka, tangan Kadal ringan memukuli Anisa. Sudah begitu, dia suka hura-hura dan keluyuran tanpa memikirkan nafkah keluarga.
Anisa bertahan dalam kekerasan itu hingga empat tahun lamanya. Karena sudah tidak tahan, tahun lalu Anisa menggugat cerai suaminya. Jutaan rupiah dia keluarkan untuk membiayai upaya hukumnya tersebut. Dia pikir, lebih baik hidup sendiri daripada bersuami tapi menderita lahir batin.
Tragisnya, setelah lama berpisah, dia mendapat siksaan batin berikutnya. Anaknya, sebut saja Lanang (3) lima bulan lalu diculik Kadal saat bermain di halaman rumah.
Setelah bercerai dan kemudian kembali ke rumah orang tuanya, Anisa memang belum mengurus hak asuh anaknya. Dia tidak tahu hukum memberi perlindungan atas hal itu. Hal itu dikarenakan Anisa sibuk dengan pekerjaanya sebagai asisten manager sebuah perusahaan swasta di Semarang Barat.
Anisa sangat sedih tidak diperbolehkan bertemu dengan Lanang oleh keluarga Kadal. Terakhir ia bertemu, anak kesayangannya itu terlihat kurus. Dan bahkan sudah agak lupa dengannya. Ia menduga anaknya dipengaruhi oleh keluarga Kadal untuk membencinya. Karena menurutnya anak sekecil Lanang pastilah sangat mudah untuk dipengaruhi. Apalagi untuk sekedar melupakan ibunya.
Janda muda ini harus mondar-mandir mengurus sendiri hak asuh anaknya ke Mahkamah. Dia hanya minta keadilan. Hak asuh Lanang diserahkan kepadanya. Karena umur Lanang yang masih kecil dan sangat membutuhkan figur ibu. Dan Anisa tak percaya Kadal mampu merawat anaknya itu.
Sebab karena sejak awal kehamilan Kadal tidak pernah mempedulikan kandungan istrinya. Kuat dugaan Kadal hanya ingin memisahkan anak dengan ibunya, bukan karena sayang. Anisa mengaku tidak akan berhenti hingga perkaranya tuntas.
“Saya akan berjuang hingga titik darah penghabisan,” katanya sambil menahan emosi.
Meski telah 4 kali menghadiri sidang hak pengasuhan anak hingga kemarin, dia belum mendapat kepastian karena majelis hakim belum memutuskan. ***
Labels
Romantika


Post A Comment
No comments :
Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.