Suami Tergoda Anak Tiri
Maimunah (40) dan Saiful (45), warga Tegal, ini menikmati kebahagiaan berumahtangga. Meski mereka hanya dikaruniai satu anak selama 17 tahun perkawinan, keduanya bahagia. Perhatiannya pada anak tunggalnya itu luar biasa.
Namun Saiful dapat musibah kala berdagang di Kota Tegal. Dia meninggal dunia akibat kecelakaan di jalan raya.
Namun Saiful dapat musibah kala berdagang di Kota Tegal. Dia meninggal dunia akibat kecelakaan di jalan raya.
Maimunah yang tidak siap menjadi janda, tanpa pengalaman kerja, jadi kalang kabut ketika harus menjadi orang tua tunggal. Akhirnya dia nekat pergi ke Jakarta untuk mencari rejeki. Bekerja menjadi pelayan di sebuah Warung Tegal (Warteg). Saroh ia titipkan pada ibunya. Diasuh sang nenek, dengan kiriman uang tiap bulan darinya.
Setahun bekerja di Jakarta, Maimunah bertemu Hartono (30). Pemuda itu juga warga Tegal yang bekerja di warung majikannya. Keseringan bertemu membuat mereka saling tertarik, lalu terjalin cinta.
Perjaka itupun dia ajak menikah. Momennya, mudik bareng jelang Hari Lebaran, lalu menikah di kampung halaman. Setelah perkawinan, mereka memutuskan tidak kembali ke Jakarta. Bertekad merintis usaha sendiri agar dekat keluarga. Pertimbangannya, Saroh sudah hampir kelas tiga SMP, butuh perhatian agar semangat belajar.
Tanpa dinyana, usaha toko Hartono gagal. Bangkrut akibat ditipu orang. Maimunah tak bisa berharap banyak pada suaminya. Sebab Hartono cacat fisik, kakinya agak pincang. Kebangkrutan itu membuat kondisi kesehatannya menurun. Hartono pun jadi pengangguran. Walhasil Munah kembali ke Jakarta untuk mencari uang.
Dalam rumah itu kini ada ayah dan anak tiri. Melihat wanita muda yang ranum, Hartono lupa pada usia dan kondisi tubuhnya. Dia bernafsu pada Saroh. Jauh dari istri membuat jakunnya naik turun setiap melihat Saroh berpakaian tidak tertutup di rumah. Ia pun sering menggoda Saroh.
Saroh merasa risih setiap digoda. Namun dia diam saja, tak berani bilang pada ibunya. Ini ternyata jadi mala petaka. Suatu saat, kesempatan itu pun datang. Pagi di hari Minggu, Saroh menonton TV. Ayah tirinya yang baru bangun tidur, menuburuknya dan dia dibopong ke kasur. Saroh dipaksa melayani nafsu libido Hartono.
Saroh trauma bahkan stres usai diperkosa. Namun dia tak berani melapor pada neneknya maupun ibunya. Hal itu semakin membuat Hartono menang. Sehingga terus minta Saroh melayani nafsunya kapanpun dia mau.
Skandal itu baru terbongkar setelah Saroh hamil. Ibunya marah besar dan meminta Saroh mengatakan siapa laki-laki yang tega merusak masa depannya. Bagai disambar geledek Maimunah kala diberitahu bahwa yang menggagahi adalah Hartono.
Ia langsung langsung menuju kamar dan seketika itu menampar suaminya sambil marah campur tangis. “Dasar laki-laki tidak tahu diuntung, aku di Jakarta mati-matian mencari uang, tapi kamu malah merusak anakku,” katanya sambil menangis dan menendangi suaminya. Maimunah pun mengusir suaminya.
Saroh tetap melanjutkan sekolahnya sampai tamat SMP, beruntung kehamilannya masih bisa ditutupi. Tamat sekolah, dia melahirkan. Setelah bayi cukup pantas ditinggal pegi, Saroh menggantikan ibunya di Jakarta, dan ibunya yang mengasuh bayi dari ayah tirinya itu.
Labels
Romantika


Post A Comment
No comments :
Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.