Digusur untuk Perluasan Museum Kereta Api 20 Keluarga Tuntut Ganti Rugi
| TERANCAM DIGUSUR: Deretan kios di sekitar Museum Kereta Api Ambarawa yang terancam digusur perluasan museum. |
UNGARAN-PT Kereta Api Indonesia (KAI) bakal menggusur sekitar 20 keluarga yang menempati lahan di sekitar Museum Kereta Api Ambarawa. Penggusuran rencananya dilakukan 15 Desember mendatang.
RENCANA penggusuran ditentang warga, karena batas waktu yang diberikan dinilai sangat mepet.
"Sosialisasi baru dilakukan Selasa (13/11) lalu, dan kami harus secepatnya pindah sebelum 15 Desember. Kami keberatan karena waktunya sangat mepet," ujar Mimi Maryati Said (48), warga yang menempati rumah dinas kepala Depo Lokomotif lebih dari 40 tahun.
"Saya menempati rumah ini sejak orang tua saya menjabat Kepala Depo Lokomotif," tandasnya saat ditemui Harsem, Minggu (18/11).
Menurutnya, saat ini di lokasi sekitar Museum Kereta Api Ambarawa masih terdapat empat rumah dinas yang ditempati keluarga pensiunan Perumka (saat ini PT KAI, red). Sementara sejumlah warga lainnya juga ikut menempati lahan milik PT KAI sejak puluhan tahun lalu.
"Informasi yang kami terima seluruh warga yang menempati lahan PT KAI dan rumah dinas segera digusur untuk pembangunan perluasan area museum," terang dia.
Sesungguhnya, lanjut dia, warga tidak keberatan bila harus mengosongkan lahan yang mereka tempati selama ini. Tapi hendaknya PT KAI memberikan tenggat waktu yang cukup bagi warga untuk mencari tempat tinggal baru.
"Dan yang terpenting, PT KAI memberikan ganti rugi yang memadai kepada warga. Agar bisa mencari rumah tinggal pengganti," ujar dia.
"Perlu diketahui, warga menempati lahan dan rumah dinas selama ini rutin membayar kepada petugas PT KAI," tandasnya lagi.
Amin Suyadi (61) salah seorang tokoh masyarakat seetempat mengatakan, saat diundang sosialisasi dirinya sempat mengusulkan agar PT KAI memperhatikan nasib warga yang akan digusur. Pasalnya, penggusuran akan berimbas pada hilangnya mata pencaharian warga.
"Nasib warga harus diperhatikan, jangan sampai telantar. Karena selama ini rata-rata warga memiliki usaha berjualan. Tidak ada salahnya bila PT KAI tetap memberi kesempatan untuk tetap berjualan di sekitar museum," katanya.
Hanya 8 Kios
Terpisah, Manajer Humas PT KAI Daop IV, Sapto Hartoyo, mengakui rencana pihaknya merenovasi museum kereta api dengan melakukan perluasan lahan. Di antaranya dengan menertibkan 8 kios dan toko dekat pintu masuk museum.
"Tidak benar kalau PT KAI akan menggusur 20 KK. Kami hanya melakukan penertiban sekitar 8 kios yang ada di lahan PT KAI, guna penataan area museum," jel;asnya.
Terkait dengan jumlah ganti rugi lahan dan waktu penertiban yang dijadwalkan tanggal 15 Desember 2012. Pihaknya mengaku belum bisa menerangkan lebih lanjut karena sudah ada tim khusus untuk menangani hal itu.
"Timnya dari unsur PT KAI, Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Semarang dan Pemkab Semarang," tegas dia.(ino/nji)

Post A Comment
No comments :
Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.