Makanan Mahal, Umbul Songo Sepi
UNGARAN-Sejak beberapa tahun wisata Umbul Songo, Kopeng tidak tertata. Sarana dan prasarana rusak, dan tidak ada tanda-tanda perbaikan. Akibatnya, pengunjung menurun tajam.
Yuhri (49), koordinator pengelola Taman Wisata Umbul Songo mengatakan, tidak tertatanya kompleks membuat pengunjung kecewa. Semakin hari jumlah pengunjung semakin menurun.
Selain itu, surat izin pengusahaan pariwisata alam (IPPA) sampai sekarang belum turun. Sudah diajukan sejak tiga tahun lalu, tetapi hingga kini tidak ada kejelasannya.
Ditambahkan, mulai 2009 kawasan wisata Umbul Songo beralih pengelolaan dari Perum Perhutani kepada Kementerian Kehutanan, dalam hal ini Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGM). Ternyata TNGM hanya mengelola konservasinya. Pihaknya berharap, IPPA segera diberikan sehingga pengelolaan tempat wisata dapat dilakukan maksimal.
“Jika IPPA tidak turun, Umbul Songo akan semakin ditinggalkan pengunjung. Beberapa waktu lalu, ada informasi akan diberi kucuran dana Rp 2 miliar. Karena, perizinan tidak ada akhirnya dana tidak turun,” jelas Yuhri.
Seorang pengunjung Harjito Utomo (47), warga Banyumanik, Kota Semarang mengaku Umbul Songo kurang menarik. “Dinas Pariwisata harus melakukan terobosan,” kata Utomo.
Hal senada diungkapkan Kurnianto (44), pengunjung asal Boyolali. Dikatakan, harga makanan dan minuman tergolong mahal. Sehingga pengunjung merasa kurang nyaman. (hes/nji)

Post A Comment
No comments :
Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.