Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Lokasi Pasar Darurat Pasar Projo Pilihannya Cuma Dua: Kupang atau Tambakboyo

Pasar Projo Ambarawa terlihat mangkrak karena belum dibangun setelah terbakar 20 Juli 2012 silam.
HARSEM/RANIN AGUNG-SM NETWORK
UNGARAN- Bupati Semarang, Mundjirin menandaskan pilihan untuk lahan pasar sementara pedagang korban kebakaran Pasar Projo Ambarawa hanya ada dua. Yakni Lapangan Tambakboyo dan lahan eks-bengkok di Lingkungan Kupang.

Terlepas dari itu, adanya penolakan warga terkait penggunaan Lapangan Tambakboyo menurut Bupati, cukup rasional. Karena lahan Tambakboyo memang berdekatan dengan sekolah dan pemukiman. Sehingga dikhawatirkan mengganggu kelangsungan aktivitas yang ada.

“Jika tidak mau di Tambakboyo ya silahkan menempati lahan eks-bengkok Lingkungan Kupang. Bila tidak cukup menampung semua pedagang, silakan menampati lahan di sekitar Kupang. Yang jelas, alokasi dana dari pemerintah tidak bisa digunakan untuk menyewa lahan," tandas Bupati, Kamis (10/1).

Seperti diberitakan, Rabu (9/1) kemarin, Komisi B DPRD Kabupaten Semarang membatalkan keputusan penggunaan Lapangan Tambakboyo dikarenakan ada penolakan dari sejumlah warga di sekitar lapangan serta pedagang yang akan dipindahkan.

"Rapat lanjutan kemarin menetapkan penggunaan lahan eks-bengkok Lingkungan Kupang seluas 3.000 meter persegi untuk pasar sementara. Bila tidak cukup, pedagang bersedia swadaya menyewa lahan 8.000 meter persegi di sekitar Lingkungan Kupang," papar Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang, Achsin Ma'ruf.

Dia menargetkan, detail engineering design (DED) pekan depan selesai dibuat. Dengan demikian, dinas terkait diharapkan bisa mulai mengerjakan pembangunan pasar sementara paling lambat Februari 2013. "Jika DED sudah siap, paling tidak perlu waktu sekitar dua bulan untuk membangun pasar sementara sebelum ditempati pedagang," ujarnya.

Pedagang Urunan

Dihubungi terpisah, Ketua Persatuan Pedagang Pasar Projo Ambarawa (P4A), Solichin menjelaskan, dirinya bersama pedagang lainnya berencana akan menyewa lahan seluas 8.000 meter persegi pasalnya Pemkab Semarang tidak memiliki alokasi anggaran untuk sewa lahan.

Adapun besaran nilai sewa yang ditanggung pedagang setelah dirinci, nantinya setiap pedagang akan ditarik Rp 50 ribu/tahun. Artinya, sewa lahan Rp 76 juta/tahun akan ditanggung sebanyak 1.625 pedagang.

"Kami sudah hitung rinci, selama tiga tahun pedagang yang tergabung dalam P4A setiap tahunnya akan ditarik Rp 50 ribu untuk biaya sewa lahan. Lokasi lahan yang akan disewa memang telah dipersiapkan untuk dibangun rumah, sehingga harapan kami proses pengeringan lahannya tidak terlalu sulit dan membebani pedagang," jelasnya. (H86-SM Network/nji)
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]