Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

PDIP Kantongi 4 Cagub Kader Internal Diprioritaskan

Puan Maharani (HARSEM/DOK)
SUKOHARJO- Empat nama sudah dikantongi DPP PDIP untuk mendapatkan rekomendasi pemilihan Gubernur Jateng.

Namun demikian, siapa nama empat calon tersebut, DPP belum bersedia membeberkannya. Ketua DPP Puan Maharani saat mendampingi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri di Solo Baru kemarin mengatakan, dari sekian banyak nama, sudah ada empat yang mengerucut.

"Untuk nama itu siapa saja belum bisa saya jelaskan sekarang. Nanti pada saatnya akan diumumkan," jelas Puan Maharani. Yang jelas, kata Puan, kader dari internal partai menjadi prioritas utama. Baru setelah itu adalah kader lain.

Puan menambahkan, empat nama itu berpotensi mendulang suara banyak pada pilgub mendatang dibanding calon lain yang mengikuti verifikasi. "Empat nama tersebut berasal dari calon daerah dan dari Jakarta. Kami lihat yang mana yang paling berpotensi dan tentu saja bisa memperkuat konsolidasi partai kami di Jawa Tengah," ujarnya.

Menurut Puan, PDIP mengajukan beberapa kriteria kepada calon gubenur, yakni berpotensi menang, mempunyai visi dan misi serta ideologi yang sama dengan PDIP, bisa berkoordinasi dengan internal partai, dan tidak ada resistensi dari masyarakat Jawa Tengah.

Menyangkut kapan rekomendasi ketum keluar, Puan belum bisa memastikan. "Hasil survei internal, siapa yang kira-kira layak untuk maju sebagai Jateng 1. Ketua umum yang akan menentukan. Yang pasti Februari nanti, bisa awal bulan atau akhir," pungkasnya.

Saat ditanya mengenai kans incumbent mendapatkan rekomendasi, Puan mengatakan khusus untuk Bibit Waluyo memang tidak pernah mendaftar. Tetapi kalau Rustri memang sudah mendaftar, tetapi apakah nanti mendapat rekomendasi, masih rahasia.

Apalagi, situasi di Jakarta memang sedang tidak mendukung akibat banjir. Sehingga untuk ke kantor saja melakukan rapat terpaksa harus ditunda. Jadi kemungkinan besar, sekitar pertengahan Februari, siapa calon yang akan mendapat rekomendasi sudah keluar.

Sementara itu sebuah sumber Harsem menyebutkan, Hadi Prabowo memperoleh nilai tertinggi dari hasil fit and proper test dan dua kali psikotes. Disusul Rustriningsih, Ganjar Pranowo dan Ikmal Jaya.

Sekjen DPP PDIP Tahjo Kumolo menambahkan, saat ini DPP masih menunggu hasil psikotes para calon yang mencapai 22 orang. Baik untuk cagub maupun cawagub. Dia mengaku sudah mengerucut beberapa nama. Hanya saja pihaknya masih menunggu hasil pesikotes para kandidat.

"Jumlah kandidat yang melakukan tes sebanyak 22 orang. Delapan kandidat mengikuti tes tahap pertama dan 14 kandidat mengikuti tes tahap kedua. Para kandidat tersebut merupakan calon yang mendaftar melalui DPD PDIP Jateng," ujar Tjahjo.

Ada yang merupakan usulan pengurus daerah namun ada juga yang dipanggil sendiri oleh DPP untuk mengikuti test. Menurutnya, selama ini DPP sudah melakukan wawancara terhadap semua kandidat. Termasuk melakukan survei internal sebanyak dua kali. Hasil dari semua test tersebut akan digabungkan dengan hasil psikotes yang masih diselesaikan oleh UI yang jadi mitra DPP.

Pengkhianat Partai
DPP tidak ingin sembarangan dalam mengeluarkan rekomendasi. Pihaknya tidak ingin memberikan rekomendasi pada kandidat yang hanya menjadikan partai sebagai tunggangan politik. DPP juga tidak ingin memberikan rekomendasi pada kandidat yang justru di kemudian hari menjadi pengkhianat partai.

"Rekomendasi lambat tidak masalah. Yang penting, kandidat yang diberi rekomendasi benar-benar orang yang tepat," tegas Sekjen DPP PDIP Tjahjo Kumolo. Terkait dengan kabar yang beredar bahwa rekomendasi akan diberikan pada Hadi Prabowo yang saat ini menjabat Sekda Pemprov Jateng, Tjahjo enggan menanggapi.

"Belum bisa sebut nama. Kalau rekomendasi untuk calon Wakil Walikota Solo malah sudah bisa turun Jumat ini," tambah Tjahjo tanpa menyebut siapa kandidat calon tersebut yang akan diberi rekomendasi.

Sekali dia menegaskan, semua kandidat mempunyai kans sama meski sudah ada pengerucutan nama. Nama yang direkomendasikan nanti juga tidak harus kandidat yang mendaftar. Dia memberikan contoh Pilgub DKI dimana Jokowi tidak mendaftar namun justru yang mendapat rekomendasi dari DPP. Megawati sendiri enggan memberikan komentar saat ditanya wartawan. (H46/SMNetwork/tab)


Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]