Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Bapak Kosku Mengobati Kerinduanku



Usai sudah perburuan nafsuku. Itulah sepenggal kalimat yang
terucap dari bibir Elisa (46), bukan nama sebenarnya, saat menyambut Harsem di rumah kontrakannya, di daerah Tingkir, Salatiga. Ada apa dengan wanita asli Kendal ini?

CERITANYA, Elisa telah lima tahun bermukim di Kota Salatiga dan bekerja sebagai Guru SD di daerah pinggiran Kabupaten Semarang. Selama lima tahun itu, janda satu anak ini mengaku, menjadi guru sebenarnya bukan pilihannya. Namun, semuanya karena menuruti keinginan mantan suaminya, sebut saja Momok (49).

    Sejak awal menjadi guru, diakuinya adalah hal yang terpaksa dilakoninya. Karena, setelah menikah di usia 23 tahun, dirinya dipaksa untuk kuliah di sebuah PTN di Semarang. Empat tahun kuliah sepertinya dimanja bahkan penuh dengan belaian dan kasih sayang serta cumbu rayu.

    Setelah gelar sarjana pendidikan diraih, langsung mengikuti rekrutmen CPNS dan diterima serta ditempatkan di wilayah kecamatan pinggiran di Kabupaten Semarang yang berdekatan dengan Kota Salatiga. Dari sinilah, prahara mengumbar nafsu kewanitaannya mulai bangkit.

    Menjalani hidup di rumah kos di Salatiga dan jauh dari suami ternyata penuh kerinduan. Dua tahun berjalan, hubungannya dengan sang suami masih mesra, namun menginjak tahun ketiga hubungan ini mulai terasa hambar dan sia-sia, bahkan kerinduan hanya terpendam saja.

    Hal itu dirasakannya setelah ada informasi dari rekan akrab sang suami, yang menyatakan bahwa suaminya kembali menjalin hubungan dengan mantan pacarnya saat kuliah dan bekerja di Semarang.

    “Aku menikah dengan mas Momok itu bukan paksaan siapa-siapa. Saat itu Mas Momok statusnya duda beranak satu. Awalnya mesra, penuh belaian, manja dan hampir setiap hari tidak dapat melepaskan hubungan suami istri. Setelah aku diterima menjadi PNS dan ditempatkan di Salatiga, kemesraan itu hilang. Bahkan, Mas Momok tidak memperhatikanku lagi yang akhirnya kami bercerai. Dua bulan dari perceraian itu, aku sepertinya lepas kontrol, bahkan dalam mengajar murid-muridpun tidak konsentrasi. Pikiranku hanya kapan aku dapat lelaki yang siap untuk membelaiku,” ungkap Elisa dalam obrolannya dengan Harsem, kemarin malam.

    Suatu ketika, Elisa mendapat kenalan lelaki muda, tutur katanya
sopan dan juga mengaku sebagai guru SMA. Dari kenalan inilah, Elisa mulai merasa nafsu asmaranya bisa. Sebut saja kenalan barunya itu Hendi (28). Bersama Hendi, Elisa hanya dapat perlakuan mesra selama lima bulan karena lelaki asal Kudus ini harus melangsungkan pernikahan.

    Lepas dari Hendi, Elisa nekat menjalin hubungan gelap dengan rekan guru sama-sama satu sekolah. Usainya lebih muda, namanya Rudy (36). Bersama Rudy, Elisa juga bisa mengumbar nafsu dan Rudy pun melayaninya dengan senang. Bahkan, aku Elisa, dirinya sering kewalahan melayaninya. Wouw, ternyata Rudy menggunakan obat kuat setiap kali bermesraan dengan Elisa.

    Terus terang, Elisa merasa puas dan selalu berusaha mengimbanginya, sampai akhirnya Elisa sendiri sering ketagihan sehingga sulit melupakan sosok Rudy. Sampai sekarang Elisa seperti tak bisa dilepaskan dari lelaki yang menurutnya hebat itu.

    Nafsu besar yang terus menghantui itu benar-benar mengganggu pikiran Elisa. Setiap harinya pikirannya ngeres dan ingin melakukan hubungan suami istri dengan siapa pun. Tapi Elisa bingung.
    Akhirnya, pikiran iblis pun terus menggerogotinya. Orang yang seharusnya dia hormati tega digoda dan diajak berhubungan intim dengannya. Dia adalah pemilik rumah yang menjadi tempatnya kos di Salatiga.

    Menurut Elisa, bapak kos itu awalnya menolak namun lambat laun perlakuannya malah lebih gila dalam melayani nafsu Elisa. Suatu ketika, Elisa hanya melihat bapak kos sendirian. Sedang penghuni lain ada empat orang belum pada pulang. Ternyata bapak kos itu sengaja menunggu Elisa untuk minta 'haha-hihi', dan mengaku jika nafsunya mudah bangkit setelah pengalamannya melakukan hubungan layaknya suami istri dengan Elisa. Padahal bapak kos itu mengaku sudah lama sekali tidak pernah berhubungan intim dengan istrinya karena memang sudah tidak ada rasa dan nafsu lagi. Namun, dengan Elisa membuat bangkit kembali kelelakiannya.

    Elisa oke saja, karena memang hari-harinya banyak berharap bisa berhubungan intim, apalagi konsentrasi mengajarnya sudah loyo. Ya, seolah bapak kosnya sudah menjadi obat rindunya. Rindu akan kemesraan, rindu akan belaian, dan rindu akan dekapan lelaki.

    “Aku hanya berpikir, apakah langkahku memburu nafsu ini akan berlangsung lama. Ini yang sampai sekarang sulit aku memutuskannya sendiri, sedangkan untuk mengajar selalu malas-malas, karena dalam pikiranku cuma ada satu keinginan yaitu melampiaskan nafsu birahi. Pernah aku periksa ke dokter, apakah ulahku ini ada kelainannya, ternyata sang dokter menyatakan tidak ada kelainan dan normal saja,” kata Elisa tanpa ada rasa malu.

    Dengan melampiaskan cerita kisah nyata ini, Elisa berharap ada pembaca yang dapat memberikan saran dan masukan, khususnya untuk melepaskan ketergantungannya mengonsumsi obat kuat. Karena sebulan tanpa meminum obat kuat, Elisa merasa seluruh badannya lemas dan tidak ada nafsu makan, kerja maupun lainnya. (heru santoso/sae)

Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

1 comment :

  1. kurangi obat kuwat...
    karena itu yg menimbulkan napsu tinggi...
    dan menimbulkan ketergantungan pada obat itu...
    yg namanya obat bila di konsumsi dalam jangka lama akan menimbulkan efek yg tidak baik pada tubuhhhh......

    ReplyDelete

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]