Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Pemkot Sediakan 9 Titik Pangkalan Becak

Kepala Bidang Pengendalian Operasional, Aniceto Magno Da Silva, memimpin pertemuan dengan puluhan pengayuh becak di Kantor Satpol PP kemarin siang. Pertemuan tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan. HARSEM/SM/ADHITIA



PERSOALAN antara pengayuh becak dan Satpol PP diselesaikan dalam pertemuan di Kantor Satpol PP, Kamis (7/2). Puluhan pengayuh becak datang ke kantor tersebut sekitar pukul 10.00 dan langsung menemui pimpinan instansi itu yang diwakili Kepala Bidang Pengendalian Operasional, Aniceto Magno Da Silva. Mereka kemudian menyepakati beberapa hal termasuk aturan baru yang akan diterapkan minggu depan.

"Ada beberapa poin penting yang dihasilkan dalam pertemuan tadi (kemarin). Yang pertama, soal pungutan Rp 100 ribu untuk mengambil becak yang kena operasi sama sekali tidak benar. Itu sudah kami konfirmasi langsung ke rekan-rekan di lapangan," tegas Aniceto saat ditemui usai pertemuan.

Selain itu, para pengayuh becak juga salah paham tentang operasi yang beberapa kali dijalankan Satpol PP. Mereka mengira becak akan dihapus. Padahal, Aniceto menegaskan, pihaknya hanya menegakkan aturan dan menindak mereka yang melanggar.

Soal mematuhi aturan juga menjadi kesepakatan penting pada pertemuan kemarin. Para pengayuh becak diminta tak lagi menggunakan area pedestrian atau bahu jalan untuk mangkal dan dilarang melintas di ruas jalan protokol. Mereka bakal diberi pangkalan khusus di beberapa titik sebagai tempat menunggu penumpang. "Kami juga melakukan pendataan terhadap para pengayuh becak yang ada. Data tersebut penting sebagai dasar kami untuk menegakkan perda," tambahnya.

Kesepatan antara pengayuh becak dengan Satpol PP ditulis dan ditandangani bersama. Ada sembilan pengayuh becak yang tanda tangan mewakili lokasi pangkalan di jalan protokol seperti Simpang Lima, Jalan Pandanaran, Tugu Muda, Jalan Gajahmada, Jalan MH Thamrin, dan lainnya.

Salah seorang perwakilan pengayuh becak, Sumardi (41), menyambut baik kesepakatan itu. Apalagi, pihaknya dijanjikan untuk lebih diperhatikan, antara lain dengan pemberian seragam dan cat. Pria yang sudah lebih dari 20 tahun menjadi pengayuh becak di sekitar Jalan Pemuda itu mengungkapkan, dia hanya ingin bisa bekerja lagi dengan tenang tanpa harus takut ditangkap aparat.

"Dulu sebelum reformasi, saya masih ingat sering bekerja dengan rasa takut. Sekarang, saya hanya ingin bekerja tenang, sementara soal rezeki sudah ada yang menentukan," katanya. (H35,H71/SMNetwork/sae)
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]