Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Pelayanan BRT Belum Maksimal



DPRD Kota Semarang menilai pelayanan bus rapid transit (BRT) Trans-Semarang belum maksimal dari sisi pelayanan tiket karena hingga saat ini masih secara manual.

"Alat untuk penerapan tiket elektronik sudah ada, bantuan dari pemerintah pusat untuk BRT Trans-Semarang koridor I, tetapi sampai sekarang belum dimanfaatkan," kata Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang Agung Budi Margono, kemarin

Agung menilai dengan penerapan tiket secara elektronik akan lebih efektif. Sharusnya, katanya, Badan Layanan Umum (BLU) selaku operator secepatnya menerapkannya, apalagi daerah lain seperti Solo dan Yogyakarta sudah biasa dengan sistem itu.

Belum maksimalnya pelayanan BRT juga terlihat masih banyaknya halte atau shelter BRT yang belum dimanfaatkan, tidak dijadikan sebagai tempat untuk menurunkan atau menaikkan penumpang. Ia mencontohkan shelter di depan Kantor Dinas Kesehatan Kota Semarang yang justru tertutup dan bagian depan shelter dimanfaatkan untuk tempat parkir kendaraan.

"Seharusnya operasional BRT bisa maksimal meski programnya bukan inisiatif dari pemerintah daerah, tetapi dari pemerintah pusat," katanya.

Selain Semarang, daerah lain yang menjalankan program BRT yakni Palembang, Pekanbaru, Manado, dan Bandung. Saat ini, di Kota Semarang sudah beroperasi BRT Trans-Semarang Koridor I (Penggaron-Mangkang) dan BRT Trans-Semarang Koridor II (Terboyo-Pudak Payung). (rif)
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]