Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Pemilik Video ‘Polisi Nyabu’ Blak-blakan pada Wartawan



Terbongkarnya kasus polisi nyabu (Briptu Rony Purwoko, anggota Polsek Sidomukti, Salatiga) ternyata tidak lepas dari bekas pacar Rony bernama Kiran (25). Munculnya video polisi nyabu dan beredar luas pun berasal dari HP milik perempuan warga Kalipanggang RT 04/RW 10 Desa Candi, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang itu.
        
Kepada wartawan, kemarin, Kiran menuturkan bahwa hubungannya dengan Rony selama delapan bulan diakuinya penuh konflik. Saat menjalin hubungan dengan dirinya pun Rony juga punya selingkuhan lain.

“Saat kenalan, Rony mengaku masih bujangan. Kami pun kemudian berpacaran dan berlangsung hingga delapan bulan. Saya pernah dihamili Rony, tetapi dia tidak mau mengakui,” kata Kiran didampingi ibunya, Sri Pujiati, serta Fathkuroji dan Dian Puspita Sari dari LRCKJHAM Semarang, kemarin.

Terkait heboh video Briptu Rony sedang meracik sabu, Kiran menegaskan bahwa rekaman itu ia yang membuat. Perekaman dilakukan pada 19 Mei 2012. Ia hanya iseng, bahkan Rony juga tahu ia direkam.

Ponsel untuk merekam itu pernah lama hilang. Dan Kiran kaget saat melihat berita di televisi tentang anggota polisi yang sedang meracik sabu dan terekam video. Selain mengonsumsi sabu, menurut Kiran, Rony juga mengedarkan sabu di Salatiga dan sekitarnya.

“Ia sering pula melakukan transaksi di tempat kosnya di daerah Dukuh, Salatiga. Selain itu juga di daerah Tingkir (Salatiga),” jelas Kiran. Selain memakai sabu dan mengedarkan, Briptu Rony juga sering melakukan kekerasan seksual.

Kuasa hukum Kiran, Fathkuroji dan Dian Puspita menyatakan, LRCKJHAM siap melakukan pendampingan hukum secara penuh untuk Kiran. Ini untuk memberikan rasa aman karena setelah kasus ini mencuat Kiran dan keluarganya tidak tenang.  Mereka diteror oleh oknum anggota Polres Salatiga. Selain itu, oknum tersebut melakukan intimidasi dan ancaman.

“Kami mendampingi Kiran agar ia dapat menjalankan kewajibannya sebagai saksi untuk memberikan keterangan pada penyidik Polres Salatiga. Harusnya, rekan kerja Briptu Rony tidak perlu melakukan intimidasi serta terror. Ini sangat kami sayangkan,” terang Fathkuroji. Ditambahkan, sanksi yang diberikan pada Briptu Rony terlalu ringan dan patut dipertanyakan. Jika Polres Salatiga fair, harusnya sanksi terberat adalah pemecatan dengan tidak hormat.

Sementara itu, saat Kiran, ibunya, dan dua aktivis LRCKJHAM tiba di ruang Kasat Narkoba, sejumlah wartawan yang akan mengambil gambar tidak diizinkan oleh beberapa anggota Sat Res Narkoba. Bahkan, pintu dan gordin jendela kaca ruangan tersebut langsung ditutup rapat. Kasat Narkoba AKP Rochadi Pamungkas saat akan dikonfirmasi wartawan menolak memberikan keterangan. Bahkan, menyarankan wartawan langsung meminta keterangan Kapolres Salatiga.

“Maaf semuanya, sekarang untuk memberikan keterangan terkait kasus polisi nyabu, sudah harus satu pintu, langsung Kapolres Salatiga saja,” tandas AKP Rochadi. (hes/rif)

Kiran (baju hitam) pemilik video polisi nyabu didampingi Sri Pujiati (ibunya) dan Fathkuroji (LRCKJHAM Semarang) saat memberikan keterangan pers, kemarin HARSEM / HERU SANTOSO

Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]