Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Pemilik Salon Tewas Penuh Tusukan


Warga yang memadati depan rumah korban pembunuhan Aditya di Purwosari, Domas, Salatiga kemarin. Korban Adit dalam posisi tengkuran di ruang dapur. Rumah berlantai dua ditemukannya korban tewas dengan penuh luka tusuk, Aditya yang juga pemilik salon. HARSEM / HERU SANTOSO


Warga Kelurahan Bugel, Sidorejo, Salatiga, geger. Kemarin, kira-kira pukul 13.30, ditemukan pria terbunuh di rumahnya. Korban bernama Aditya (35), warga Wiru, Bringin, Kabupaten Semarang yang tinggal di Purwosari RT 04/RW 04, Bugel, Sidorejo, Salatiga. Saat ditemukan, korban tengkurap di lantai rumahnya yang juga untuk usaha salon.

Orang pertama yang mendapati korban bersimbah darah di lantai rumah berlantai 2 itu adalah Doni Irawan (22), mahasiswa FTI UKSW, dan Albertus Ferry (23), mahasiswa FE UKSW. Keduanya tinggal di Jalan Patimura 94 Salatiga. Keduanya datang untuk potong rambut. Mereka dikagetkan oleh sosok manusia tengkurap dengan bermandikan darah.

“Saya dan Ferry langsung balik lagi ke kos untuk memberitahu rekan-rekan. Rekan saya Albert dan Ferdy langsung menuju ke pos polisi Depan Ramayana untuk memberitahukan pemenuan mayat itu. Beberapa rekan saya langsung mendatangi rumah korban dan memberitahukannya ke warga sekitar,” kata Dony kepada Harsem, di lokasi kejadian.

Sementara itu Hartini (35), warga yang rumahnya bersebelahan dengan rumah korban, mengaku mendengar ribut-ribut tapi tidak tahu siapa yang ribur-ribut tersebut. Saat keributan mereda, Hartini berniat ke kamar mandi di belakang rumahnya. Di sana ia menemukan dua ponsel yang sudah rusak. Salah satu HP, diduga milik korban. “HP tersebut saya ambil untuk saya amankan, salah satunya sepertinya milik Mas Adit,” ujar Hartini.

Kapolres Salatiga AKBP Dwi Tunggal Jaladri menuturkan, pertama kali korban ditemukan banyak luka tusuk di dada kiri maupun lambung. Selain itu, di kepalanya ada luka-luka benturan keras. Di lokasi kejadian juga ditemukan pisau dapur. Polisi belum menemukan tas milik korban dan barang berharga lain yang kemungkinan besar hilang.

“Korban diduga menjadi korban pembunuhan dan pelaku melakukannya dua jam sebelumnya. Saat ditemukan, darah korban belum membeku. Kami masih melakukan penyelidikan,” tandas AKBP Dwi Tungal Jaladri didampingi Kasat Reskrim Polres Salatiga Iptu Andie.

Perlu dua jam bagi petugas melakukan evakuasi jenazah. Ratusan warga berduyun-duyun mendatangi TKP untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Akibatnya, Jalan Patimura sempat macet beberapa saat.

Saat jenazah akan dimasukkan dalam ambulans milik RSU Salatiga, beberapa saudara, kakak, dan adik kandung korban tiba di lokasi. Namun, oleh petugas belum diizinkan untuk melihat tubuh korban. Mereka, berteriak histeris karena tidak menduga saudaranya mati karena dibunuh.

“Sopo sing mateni adiku? Yen kecekel kudu dipateni sisan!” teriak salah seorang kakak korban dengan histeris. (hes/rif)


Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]