Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Suami Pertama Loyo, Suami Kedua ‘Gila’



Lulus SMA, Wiwik dinikahkan dengan perjaka pilihan keluarga, asal Jepara. Muhtar namanya. Selain tampan, Muhtar punya pekerjaan mapan dan nak keluarga kaya. 

Namun, Wiwik akhirnya tahu bahwa Muhtar lembek menghadapi kesulitan hidup. Saat Wiwik terkena demam berdarah, Muhtar tak segera mengambil keputusan membawanya ke rumah sakit. Akibatnya, Wiwik terlambat mendapat pertolongan dokter, sehingga harus mondok cukup lama di RSUP Kariadi. 

Lama-lama Wiwik kecewa pada suaminya yang ganteng itu. Terlebih Muhtar kurang bisa memenuhi nafkah batin, ditambah tiada kunjung lahirnya anak dari perkawinanya itu, meski telah empat tahun mereka menjalin ikatan suami istri. 

Merasa tak menaruh cinta pada Muhtar, Wiwik meminta cerai. Dia menganggap tak baik perkawinan itu diteruskan karena akan melahirkan ketidakharmonisan. Ia pikir, jika dipaksanakan terus, akan terjadi hubungan yang buruk. 

Tak diduga, Muhtar setuju. Talak pun dijatuhkan. Mereka sepakat berpisah baik-baik dan menjalin hubungan kekeluargaan. Masing-masing didorong untuk mencari pasangan baru dan saling mendoakan bahagia. 

Dua tahun menjanda, Wiwik mendapat ganti suami. Pria pilihanya sendiri. Eko, suami barunya ini, telah diselami kepribadiannya selama lima bulan. Tentu tidak dengan pacaran seperti anak muda. 

Dengan persetujuan keluarga dan restu dari orangtua Eko, Wiwik pun menikah dengan orang yang setahun lebih muda darinya itu. Bulan madu pun direngkuh bersama dan kenikmatan pengantin baru. Wiwik merasa sangat bahadia dengan kehidupan barunya. 

Namun suaminya ini ternyata tipe pria sangat perkasa. Setiap hari selalu meminta “jatah”. Wiwik sampai kewalahan meladeni. Sampai-sampai kala dia datang bulan, suaminya tetap minta dipuasi. Dengan cara aneh-aneh tentunya. Saat Wiwik hamil tua pun Wiwik kesulitan menuruti ajakan sang suami. 

Ketika masa nifas (halangan 60 hari pasca persalinan) tiba, Eko jadi stres sebab tak bisa “memakai” dia. Tak tega melihat suaminya setengah gila, Wiwik mempersilakan Eko poligami dengan nikah siri. Maka, Eko menikah kilat dengan Zulfarida, janda pemilik salon di sebuah perumahan di Semarang Timur.

Dibilang “menikah kilat”, sebab setelah Wiwik pulih dari persalinan, Eko diwajibkan menceraikan janda berusia 33 tahun yang sebenarnya merasa ketiban duren bisa menikah dengan Eko, pria perkasa yang dia idam-idamkan. (Ditulis oleh Abdul Mughis, berdasarkan kisah nyata P di Mijen, Semarang. Semua nama disamarkan)

Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

1 comment :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]