Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Tukang Becak Geruduk Balaikota

Gara-gara temanya digaruk petugas Satpol PP di beberapa tempat, ratusan tukang becak menggeruduk balaikota. Mereka menuntut adanya rambu yang jelas di tempat larangan mangkal. HARSEM/INDRA PRABAWA



Ratusan tukang becak yang tersebar di Kota Semarang melakukan aksi demo dan medobrak pintu gerbang gedung balaikota, Selasa pagi kemarin.

RATUSAN tukang becak kemarin menggeruduk balaikota. Aksi ini buntut atas ketidakadilan yang mereka terima, terkait tindakan Satpol PP yang melakukan penggarukan becak yang mangkal di jalur protokol, Senin lalu

    Kemarahan memuncak tatkala dua unit truk Satpol PP melintas di Jalan Pemuda hendak menuju gedung balaikota. Spontan saja segerombolan tukang becak yang sedang melakukan aksi dorong-dorongan dengan anggota Dalmas Polrestabes berlari mengejar truk Satpol PP tersebut.

Namun, suasana panas tersebut dapat diredam, dan perwakilan tukang becak dari beberapa kawasan yang didampingi oleh YLBHI-LBH Semarang duduk bersama Kabid Pengendalian dan Operasional Satpol PP Aniceto da Silva dan Sekretaris Dishub Agus Hermunanto, serta Bagian Hukum Setda Kota Semarang dan Polrestabes, untuk mencari solusi bersama.

Dikatakan Sunardi (50), warga Tandang Kecamatan Tembalang yang sudah lama menarik becak, dirinya bingung karena tidak adanya rambu yang jelas terkait larangan mangkal bagi para tukang becak.
“Saya mangkalnya di pojok Simpanglima, kadang juga bingung kalau ada penumpang yang minta diantar ke Pandanaran, sementara di sana tukang becak digaruk,” ujarnya meminta rambu yang jelas pada pemerintah.

Sunardi juga meminta agar aparat tidak membeda-bedakan antara becak, kendaraan roda dua dan taksi, yang juga suka mangkal atau parkir di kawasan protokol. “Lihat saja taksi kalau mangkal di kawasan Simpanglima sampai bersaf-saf, tidak ada yang berani menertibkan. Tapi ketika kami tukang becak mangkal dan membawa penumpang dilarang-larang,” ujarnya heran.

Sementara itu, Kabid Pengendalian dan Operasional Satpol PP Aniceto da Silva mengatakan, jika para tukang becak yang ada di Kota Semarang mematuhi adanya daerah larangan bagi becak mangkal, personel Satpol PP tidak akan mengejar-ngejar dan membawa becak mereka ke markas.

“Hanya saja selama ini mereka tidak mematuhinya. Saya sudah sosialisasi puluhan kali pada mereka. Jangan mangkal di jalur protokol, jangan mangkal di atas trotoar, mereka bilang iya-iya. Tapi kenyataannya setelah kami pergi mereka kembali lagi. Kami juga tidak ingin menghalangi mereka mencari rezeki untuk keluarganya, tapi mbok ya tolong dipatuhi,” beber Aniceto.

 Kebijakan Pemkot Semarang, jalan protokol yang harus bebas dari becak mangkal dan pedagang kaki lima (PKL) adalah Jalan Pahlawan, Pandanaran, Simpanglima, Gajahmada dan Pemuda

“Dari data saya ada ribuan tukang becak di Semarang, sebagian besar dari luar Semarang. Siapapun yang ingin mencari rezeki di Semarang boleh, tapi tolong patuhi peraturan yang ada. Khusus jalur protokol tadi memang tidak boleh. Kedepan mereka akan kita bentuk paguyuban per wilayah agar lebih teratur dan kita data lagi,” tegasnya.

Ke depan Satpol PP dan Dishubkominfo Kota, akan menata dan membina para tukang becak, baik dari Semarang mapun luar Semarang. “Kedepan mereka akan kami seragamkan agar terlihat indah, tertib, dan penumpang pun senang,” imbuhnya.

Ditambahkan Sekretaris Dishubkominfo Kota Semarang Agus Hermunanto, untuk penyeragaman becak akan dianggarkan pada perubahan 2013. “Keseragaman becak ini kedepan juga untuk mendukung program Visit Jateng Years dan Ayo Wisaya ke Semarang. Kita akan usulkan ke pemkot dan jika disetujui dewan kita realisasikan. Ya targetnya Oktober,” beber Agus.

Ditambahgkan Agus, terkait masih minimnya rambu larangan bagi becak di jalur protokol, pihaknya akan segera memenuhi permintana tukang becak dengan memasang rambu larangan di jalur protokol.
“Untuk saat ini di Jalan Pemuda sudah ada 2 rambu. Sedangkan untuk jalur protokol lainnya secepatnya dan akan langsung kami buat agar segera dipasang. Untuk 5 jalur protokol kami menyediakan sekitar 12 rambu larangan bagi becak,” tandasnya. (lif/sae)




Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]