Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Berharap Jadi Ikon di Inacraft

Sejumlah anggota Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (Asephi) Jateng berfoto 
 bersama usai mendapatkan penghargaan pada ajang Inacraft di Jakarta (SM/Dok )
SEMARANG-Di saat pasar ekspor tengah melesu, sejumlah eksportir gencar memromosikan produknya. Salah satunya aktif menggelar ajang promosi International Handicraft Trade Fair (Inacraft) di Jakarta. Event rutin tahunan itu diselenggarakan oleh anggota Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (Asephi) di seluruh Indonesia. Beragam produk kerajinan dari pelosok nusantara dapat ditemukan di event ini.

Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Asephi Jateng, Muchamad Ali Jufry menuturkan, ajang tersebut merupakan bentuk langkah nyata dari komitmen Asephi untuk memajukan eksportir dan produsen di Indonesia. Pameran produk kerajinan atau handicraft terbesar di Indonesia itu dimulai sejak 1999 silam.

''Inacraft inilah yang sampai sekarang dijadikan ajang promosi bagi eksportir dan produsen. Sekaligus sebagai media apresiasi bagi perajin terhadap pasar dalam dan luar negeri,'' katanya Selasa (5/3).

Asephi sendiri merupakan asosiasi eksportir pengrajin dan eksportir Indonesia di bidang kerajinan. Dibentuk sebagi wadah pengembangan sektor industri kerajinan di Indonesia agar bisa memasuki pasar global.

Asephi didirikan pada 1997 oleh Rudy Ch Lengkong di Jakarta untuk menjadi wadah yang bisa memfasilitasi keberadaan eksportir dan produsen handicraft di Indonesia. Dalam perkembangannya Asephi kemudian membentuk Badan Pengurus Daerah (BPD) dan Badan Pengurus Cabang (BPC) di sejumlah kota dan kabupaten Indonesia.

Di BPD Jateng, Asephi terdiri dari BPC Solo, Pekalongan, Jepara dan Semarang. Tercatat, jumlah anggota Asephi Jateng sebanyak 200 anggota. Untuk wilayah Pekalongan sebagian besar didominasi perajin batik, Solo kerajinan tembaga, batik, dan kerajinan kayu. Semarang furnitur, kaligrafi, kerajinan barang antik dan serat kaca. Sedang Jepara dikenal dengan kerajinan ukirannya.

Salah satu event untuk memfasilitasi produk perajin adalah Inacraft. Pada 2013 ini, kata dia, Inacraft sudah berlangsung ke-15 kali.  Di wilayah Jateng, kurang lebih 200 dari 1.200 stan perajin mengikuti pameran Inacraft. Setiap tahunnya, jumlah peserta dari Jateng pun terus bertambah. Pada kegiatan Inacraft tersebut selalu mengusung ikon dari salah satu provinsi di Indonesia. Tahun ini, propinsi Jatim berkesempatan menjadi ikon Inacraft. Setelah sebelumnya Kalimantan Barat. ''Untuk itu, saya berharap provinsi Jateng sebagai ikon Inacraft pada 2014 mendatang. Kami bermaksud mengajak pemerintah provinsi Jateng bersama-sama membangun potensi yang ada dengan melakukan kegiatan bersama. Apalagi, Jateng bersiap menghadapi promosi kepariwisataan Visit Jateng Year 2013,'' katanya.

Menurut dia, ikon Inacraft merupakan salah satu peluang yang bagus untuk memromosikan Jawa Tengah. Ajang ini tak hanya dijadikan ajang promosi kerajinan berskala internasional namun dapat dijadikan media promosi semua potensi ekonomi yang ada seperti wisata kuliner, kebudayaan, suvenir dan tourism.

''Kami berharap Pemprov Jateng mau mengambil kesempatan ini. Kami sudah mengirimkan surat resmi kepada Gubernur Jateng untuk melakukan audiensi. Diharapkan pada pertengahan Maret ini bisa segera dilakukan,'' harap dia. (Fista Novianti-SMNetwork/yul)
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]