Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

"Boten Banjir, Tapi Kelelep.." Semarang Utara Selalu Tergenang



BEGITULAH  jawaban seorang warga di Kelurahan Dadapsari, Kecamatan Semarang Utara saat ditanya Camat Djaka Suka Wijana akhir pekan lalu. Ironi, tapi nyata. Di kelurahan itu, sebagian besar wilayahnya memang pasti terendam jika hujan datang. Minggu lalu misalnya, enam dari sepuluh RW yang ada terendam. Minggu sebelumnya, lebih parah lagi. Hampir seluruh RW terendam mengingat cuaca yang buruk.

Beberapa rumah warga yang tergenang adalah bangunan lama. Rumah itu biasanya lebih rendah dibanding permukaan jalan. Bahkan, ada sebuah rumah yang lantainya lebih dari dua meter di bawah jalan. Pada hujan dua akhir pekan belakangan ini, rumah tersebut terendam hingga dada orang dewasa.
"Air di sini baru bisa surut setelah tiga sampai empat hari. Itu saja menggunakan bantuan pompa," ujar Aziz, perangkat Kelurahan Dadapsari.

Sebagian besar genangan di kelurahan itu memang baru surut antara dua sampai empat hari. Masyarakat sudah terbiasa beaktivitas meski dengan kaki terendam. Ada juga beberapa di antara mereka yang memilih mengungsi sementara di kantor kelurahan saat malam.

Djaka menjelaskan, salah satu penyebab genangan di wilayahnya yakni saluran yang tak lancar mengalir. Kondisi itu diperparah apabila rumah pompa yang ada tak berfungsi maksimal. Kawasan Kota Lama misalnya, pada tahun ini kembali terendam, bahkan cukup parah, karena aliran air di Saluran Tawang-Kali Baru terhambat. Karena itu, pihaknya terus berupaya memastikan kelancarannya.

Sementara untuk genangan di sekitar Kampung Melayu, salah satu penyebab tak lancarnya aliran air di saluran karena adanya penghubung jalan masuk di atas saluran yang tak mematuhi aturan.

"Masih banyak penghubung jalan masuk di atas saluran yang terlalu rendah. Akibatnya, air tak mengalir lancar. Saya sudah mengingatkan warga dan meminta mereka untuk meninggikan agar tak mengganggu saluran," jelasnya.

Di luar faktor alam seperti cuaca dan penurunan tanah serta rob, sikap dan perilaku manusia memang menjadi salah satu penyebab selalu timbulnya genangan di Semarang. Karena itu, butuh kesadaran masyarakat untuk berubah agar bencana tak selalu datang. (Adhitia A, Lanang W/SMNetwork/hst)
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]