Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Carrefour Berdayakan UKM

Aneka produk sayur dan buah dipajang di PT Carrefour Indonesia cabang DP Mall Semarang. Mulai tahun ini,
 Carrefour agresif menggandeng UKM sebagai supplier produknya (SM/Fista Novianti )
SEMARANG-Semakin sengitnya persaingan usaha di sektor bisnis groceries menuntut para pelaku usahanya mencari strategi khusus dalam berbisnis. PT Carrefour Indonesia, misalnya memilih menggandeng Usaha Kecil Menengah (UKM) sebagai supplier produknya.

Store Manager Carrefour cabang DP Mall Semarang, Yulianda menuturkan, tahun ini Carrefour berupaya mengoptimalkan produk UKM untuk dipasarkan di gerainya. Pihaknya bekerja sama dengan supplier lokal. ''Mereka menyatakan siap untuk memasok aneka produk utamanya produk fresh misalnya sayur dan buah organik,'' kata dia belum lama ini.

Selain itu, produk seperti camilan khas kota Semarang, mukena, aneka kerajinan juga akan diperbanyak lagi stoknya. Untuk mencukupi kebutuhan tersebut, ia bekerjasama dengan lima UKM di wilayah Semarang. Menurut Yulianda, program pemberdayaan UKM Carrefour sudah berjalan sejak tahun 2010 silam. Program ini juga melibatkan Kementerian Koperasi dan UKM dalam membina UKM yang ada di daerah. Ada juga program Carrefour yang bernama private product (produk dengan merk Carrefour yang berasal dari hasil kerja sama dengan UKM).

Ia membantah bila Carrefour dianggap mematikan UKM. Sebab selama ini peritel asal Prancis ini justru memasarkan puluhan ribu produk UKM. Sekitar 95% pasokan produk untuk gerai ritelnya berasal dari dalam negeri. Sementara sekitar 5% sisanya merupakan barang impor. Sebanyak 40.000 produk yang setiap hari di display di beberapa cabang Carrefour seluruh Indonesia, lebih dari separuh di antaranya adalah produk UKM.

''Carrefour memberikan kesempatan kepada UKM untuk menjual produknya tanpa harus memikirkan pemasaran. Kami justru membantu dan mendorong siapa saja yang ingin bermitra dengan Carrefour untuk melakukan ekspansi bisnis," katanya.

Yulianda sangat berharap menerima pasokan pengusaha lokal. Utamanya untuk komoditas buah dan sayur mayur. Sebab selama ini kedua produk itu kebanyakan berasal dari impor. Sejumlah syarat menjadi pemasok, di antaranya usaha perorangan maupun kelompok (UKM), memenuhi standar kualitas misalnya pengemasan, labelisasi, untuk jenis makanan, ada pencantuman komposisi, dan mampu memasok barang secara berkesinambungan. Pemasok juga harus menjamin kontinuitas atau kepastian dari produsen untuk sanggup terus-menerus memasok barang-barang ke Carrefour sesuai permintaan.

"Idealnya, dapat memasok ke seluruh gerai Carrefour di Indonesia tetapi khusus UKM, ada keringanan. Jika tidak mampu memasok ke seluruh gerai Carrefour di Indonesia, memasok ke satu gerai pun tidak masalah asal memenuhi standar dan kontinyu," terangnya. (K14-SMNetwork/yul )





Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]