Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Siswi SD Digilir di Gerbong


Empat remaja tanggung menggagahi seorang murid SD yang sudah tak berayah, dalam gerbong kereta di Stasiun Poncol. Atas perbuatannya yang biadab, kita sepakat polisi meringkus mereka untuk dihukum seberat-beratnya!

Seorang siswi kelas VI sebuah Sekolah Dasar (SD) di Kota Semarang menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan empat pemuda. Gadis yang baru berumur 12 tahun itu mengaku diperkosa secara bergilir di sebuah gerbong kosong di bagian belakang Stasiun Poncol.
Ditemui dirumahnya, Kamis (7/3), korban menceritakan, pada Jumat (1/3) malam sekitar pukul 21.00 WIB, dia keluar rumah untuk mengembalikan pianika ke rumah temannya.
"Sebelum mengembalikan pianika, saya mampir ke rumah teman, namanya Dila. Lalu dia justru mengajak saya putar-putar naik sepeda motor dan berhenti di toko Indomaret dekat rumah. Saat itu saya bertemu empat pemuda temannya Dila," ujar bocah yatim ini.
Setelah ngobrol sebentar, mereka lalu menuju ke kawasan Stasiun Poncol. Mereka masuk dengan cara melompat pagar. Saat berada di gerbong yang tidak terpakai, korban ditarik empat pemuda dan diperkosa secara bergantian.
"Saat itu tangan dan kaki saya dipegangi, mau teriak mulut saya disumpal pakai kertas," ujar gadis mungil ini dengan paras yang masih tampak shock.
Saat itu, dalam kondisi gelap, sekilas ia juga melihat Dila juga sedang berhubungan dengan seorang pria di gerbong yang sama. "Abis itu saya ditinggal sendirian, saya tidak berani pulang, menginap di rumah teman dan baru pulang hari Minggu (3/3)," tambahnya.
Korban yang merasa kesakitan pada kemaluannya kemudian bercerita pada ibunya. Mendengar hal itu, keluarga korban langsung melapor ke Mapolsek Semarang Utara dan melakukan visum di Rumah Sakit Bhayangkara. Dari hasil visum diketahui terdapat luka sobek sekitar 12 cm pada kemaluan korban.
Kapolsek Semarang Utara Kompol Sugiyanto mengatakan, pihaknya sudah menangkap dua dari empat remaja. Keduanya yakni siswa SMA berinisial DF (16), warga Perbalan Purwosari, Semarang Utara, dan AEP (16), warga Karangroto, Genuk, yang merupakan pengangguran. "Yang dua masih dikejar, semoga segera tertangkap," ujarnya.
Awalnya diduga pemerkosaan dilakukan lima orang. Karena korban mengaku merasa diperkosa lima orang. "Tapi ternyata ada yang dua kali," tambahnya.
Berdasarkan penyidikan sementara, para pelaku tidak dalam kondisi mabuk ataupun terpengaruh obat terlarang saat melakukan tindakan itu. Polisi masih terus melakukan penyidikan untuk mengungkap tuntas kasus ini. (ant/rif)

Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]