Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

3 Pasangan Mesum Digrebek di Hotel Esek-esek

Sebanyak tiga pasangan 'kumpul kebo' terjaring razia pekat yang digelar oleh tim gabungan Polsek Semarang Utara dan Koramil 0733 Semarang, Minggu (30/1) dinihari.

Ketiga pasangan tersebut digerebek di dua tempat penginapan terpisah. Dua pasangan digerebek di Losmen Oea Asia Jalan Kolonel Sugiono nomor 12 Semarang. Satu pasangan digerebek di Hotel Arjuna, Jalan Imam Bonjol nomor 51 Semarang. Ketiga pasangan ini diketahui tidak mempunyai status pernikahan.

Di kamar 20 Losmen Oea Asia, yakni Bagus Christiono (32), warga Poncowolo Timur Raya 449, RT 07/RW 06, Pendrikan Lor Semarang Tengah, dan Dian Herdiana (31), warga Pucang Gede Timur IV/3 RT 09 RW 13 Batursari, Mranggen. Kedua tak bisa menunjukkan surat sah saat didapati berduaan di kamar bertarif Rp 95 ribu itu.

Sementara di kamar nomor 216 atau lantai dua diamankan pasangan Rofik dan Sutinah, warga Grobogan. Mereka menyewa kamar tersebut dengan tarif Rp 55 ribu. Operasi yang juga dilakukan di Hotel Kudus, Jalan Imam Bonjol 89 Semarang.

Sedangkan di kamar nomor 9 Hotel Arjuna, Jalan Imam Bonjol nomor 51 Semarang, petugas berhasil mengamankan sepasang: Muh Tarom (24), warga Dusun Prakitan RT 29 RW 09, Kalangdosari, Ngaringan, Grobogan dan seorang wanita bukan istrinya.

"Ketiga pasangan diketahui bukan suami istri, mereka kami amankan untuk dimintai keterangan," kata Kapolsek Semarang Utara Kompol Sugiyanto yang juga turun langsung di lokasi kejadian.

Sasaran operasi tersebut adalah sejumlah penginapan yang ditengarai digunakan untuk "esek-esek". Kepolisian bekerjasama dengan petugas kecamatan Semarang Utara.  "Hanya pasangan yang bukan suami istri saja. Kami banyak mendapat laporan dari masyarakat adanya praktik mesum di sejumlah hotel," terang Sugiyanto.

Komandan Koramil 0733, Kapten Sujono mengatakan, operasi tidak hanya dilakukan di hotel dan losmen. Tapi juga di sejumlah tempat hiburan karaoke di Jalan Imam Bonjol Semarang. "Termasuk penjualan minuman keras dan praktik-praktik yang merupakan penyakit masyarakat," katanya.

Operasi yang dimulai pukul 22.00 tersebut, sempat membuat sejumlah penginap di hotel terkejut. Selain itu, operasi juga dilakukan di warung Jamu Echo Pak Cipto, Jalan Raya Hasanuddin, Kelurahan Purwosari. "Kami juga mengamankan sejumlah minuman keras jenis Congyang," imbuhnya.

Sejumlah pemilik warung sempat menolak dimintai keterangan dan tidak rela barang dagangannya disita petugas. Di antaranya pemilik warung  Sucipto (67) warga Taman Purwogondo II 22/ 14 Purwosari, Semarang Utara, dia sempat ngotot bila dia hanya mencari nafkah untuk keluarga. Namun demikian, akhirnya Sucipto bersedia dimintai keterangan di Mapolsek Semarang Utara.

Salah seorang warga yang menginap di hotel Arjuna, Boby Prabowo (25) warga Tegal, mendukung operasi tersebut. "Ya bagus itu, kalau bisa operasi pekat harus dilaksanakan secara rutin. Tujuannya baik, kalau bisa dilakukan setiap hari, jangan seminggu sekali atau dua kali," terang pria yang menginap bersama istrinya Sri Utami (22) ini.

Dia mengaku sempat kaget, saat kamar nomor 5 yang ditempati tiba-tiba dikepung sejumlah petugas. "Habis nganter istri training kerja di PT Astra. Rencana mau pulang ke Tegal, tapi karena kemalaman, akhirnya menginap di hotel," kata pria yang baru menikah dua minggu lalu ini.

Sedangkan sejumlah pasangan tidak resmi itu bungkam saat ditanya oleh waartawan. Mereka langsung digelandang petugas menuju mobil patroli sembari menutupi wajahnya.
(abm/rif)
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

2 comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]