Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Bambang Hariyadi Juara Lomba Dalang

<B>UNJUK KEMAMPUAN:<P> Salah satu peserta lomba dalang unjuk kemampuan di dalam memainkan wayang kulit. Lomba dalang itu diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT ke-408 Kabupaten Kendal. SM/Rosyid Ridho
<B>KENDAL -<P> Bambang Hariyadi dari Desa Meteseh, Kecamatan Boja keluar sebagai juara pertama Lomba Dalang yang diselenggarakan di Pendapa Kabupaten Kendal. Bambang Hariyadi yang membawakan lakon Ghatutkaca Winisudha berhasil mengalahkan sembilan dalang lainnya. Kemampuannya dalam mengeksplorasi alur cerita, sulukan, bahasa dan sastra, sabet dan cepengan, iringan, dan penampilannya mampu membuat juri memutuskan juara satu kepada dalang yang mengidolakan tokoh wayang Bima. Sementara Joko Prayitno asal Weleri yang memiliki nama dalang Joko Boler harus puas meraih juara II dan Sutoro dalang asal Ngampel yang membawakan lakon Bomanarakasura Winisudha harus rela meraih juara III. Sementara juara harapan I Agung Sunardi (Pegandon), II Adya Ananda Astungkara (Kalsel) dan juara harapan III M Nazar Baehaqi (Kaliwungu).
Sekretaris panitia, Kunarto Nartokusumo, mengatakan, lomba dalang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-408 Kabupaten Kendal. Selain itu sebagai upaya melestarikan budaya jawa yang semakin terkikis. Peserta lomba mulai dari siswa sekolah dasar hingga orang tua. ''Dalang yang juara pertama tahun sebelumnya, sengaja kami larang mengikuti lagi, untuk memberikan kesempatan kepada dalang-dalang lainnya,'' kata dia.
Dia mengatakan, peserta sebenarnya mencapai 14 orang, tetapi setelah dilakukan seleksi oleh panitia, hanya 10 dalang yang bisa beradu menjadi yang terbaik. Sebagai anggota juri, kata dia, adalah dosen Institute Seni Indonesia (ISI) Jakarta. Ketiga juri itu berkompeten di bidangnya masing-masing. Waktu yang kami berikan 60 menit. ''Penilaian terdiri atas alur cerita, sulukan, bahasa dan sastra, sabet dan cepengan, iringan, dan penampilannya,'' terangnya.
Sekda Bambang Dwiyono mengatakan, wayang merupakan budaya tradisional yang adi luhung dan harus dilestarikan. Dia mengatakan, di dalam wayang diajarkan berbagai nilai luhur yang mendidik tentang etika dan moralitas yang menjadi pegangan. ''Lomba untuk mencari bibit-bibit muda di bidang pewayangan,'' tuturnya.
Pada kesempatan itu juga dilaksanakan extra show dalang bocah dan remaja putri, yakni M Farhan Al Fawwas dalang bocah dari Sukorejo yang membawakan lakon Hanoman Duta dan Niken Kusumastuti (Pegandon) dengan lakon Harjuna Winisudha. (H36--)
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]