Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Kepsek Didemo, Kegiatan SMK 11 Tetap Jalan

Dinas Pendidikan Kota Semarang memastikan kisruh antara sejumlah guru SMK Negeri 11 Semarang yang tidak setuju dengan kepemimpinan kepala sekolah setempat tidak mengganggu proses pembelajaran.

"Kami sudah turunkan tim dari pengawas dan kepala seksi SMA-SMK untuk memantau di lapangan kemarin (16/7). Kegiatan belajar mengajar berlangsung normal," kata Kepala Disdik Kota Semarang Bunyamin, Rabu.

Sebelumnya diwartakan, sejumlah guru SMK Negeri 11 Semarang pada Senin (15/7) lalu, melakukan aksi menuntut Kepala Sekolah Ahmad Ishom mundur dari jabatannya karena dinilai bersikap arogan dan sewenang-wenang.

Para guru melakukan aksi usai mengikuti rapat kurikulum 2013 yang berlangsung di aula SMK Negeri 11 Semarang dengan membentangkan spanduk-spanduk bertuliskan kritikan terhadap kepemimpinan sang kepala sekolah.

Mantan Wakil Kepala SMKN 11 Darwito mengatakan pihak guru memang mendukung disiplin guru yang menetapkan agar datang pukul 07.00 dan pulang pukul 14.00 WIB, namun kepala sekolah baru itu menurutnya melakukan tindak represif dengan menahan guru yang terlambat selama 5-10 menit di lapangan parkir.

"Bersama siswa yang terlambat, para guru juga diharuskan salim (jabat tangan) dengan Kepala Sekolah," kata Darwito di SMKN 11 Semarang, Senin (15/7).

Kejadian tersebut tidak hanya terjadi sekali atau dua kali. Bahkan, lanjut Darwito, sikap kepala sekolah itu sama sekali tidak mendukung integritas guru yang melakukan pengayaan pada siswa di luar jam pelajaran. "Kepala Sekolah hanya melihat kinerja guru dalam rentang pukul 07.00 sampai 14.00," tegasnya.

Salah satu guru yang merasa dirugikan, Stefanus A Djoh, juga merasa resah dengan sikap kepala sekolah yang dianggap arogan. Ia dan 26 lainnya pernah diberi surat peringatan dan skors tidak diperbolehkan mengajar selama beberapa hari karena masalah absen fingerprint.

"Saya pernah lupa fingerprint waktu pulang, diberi SP dan skors 22 hari. Jumlahnya ada 27 guru, beda-beda harinya," kata guru Animasi dan Desain Manual itu.

Meski nampak ketat memberlakukan disiplin, menurut para guru sikap kepala sekolah sendiri tidak sesuai dengan penerapan disiplin yaitu pergi ke Malaysia bersama rombongan SMKN 6 Semarang selama 4 hari tanpa surat izin dari dinas pendidikan, walikota, dan mendagri melalui gubernur. Diketahui Ahmad Ishom sebelumnya memang menjabat sebagai kepala SMKN 6 Semarang.

"Saat pergi ke Malaysia bukan tugas dinas, itu melanggar kedisiplinan. Kalau kegiatan ke instansi lain seharusnya ada surat tugas dari kepala Dinas Pendidikan," ujar Ketua Tata Usaha, Joko mulyono.

"Kami dibuat tercengang karena kepala sekolah memberhentikan guru senior, pak Soebijanto hanya dengan surat pemberhentian melalui kurir," timpal Darwito.

Menurut Bunyamin, tim yang diturunkan ke SMK Negeri 11 Semarang melaporkan seluruh kegiatan berlangsung seperti biasa, seperti pembelajaran di kelas, kemudian kegiatan masa orientasi siswa (MOS) juga berjalan baik.

"Kami ingin melihat situasi di sana. Apakah guru menjalankan tugas mengajarnya, apakah semua kegiatan berjadwal sesuai jadwal. Jangan sampai permasalahan antara guru dan kepala sekolah itu merugikan siswa," katanya. (rif)

Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]