Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Patah Hati, Bunuh Diri

Seorang pria bernama Trianto Adi Kusumo (42), warga  Jalan Borobudur Raya Nomor 74, RT 5/RW 3, Kelurahan Manyaran, Kecamatan Semarang Barat, ditemukan tewas dengan leher terjerat di kamar mandi rumahnya, Minggu (7/7).

Jasad korban ditemukan mengenaskan oleh ibunya, Sri Munjadi (69) bersama kakaknya, Agus (45) sekitar pukul 15.30. Saat itu, Sri Munjadi sesampai di rumah usai pulang dari pengajian, bermaksud ke kamar mandi.  Begitu masuk di kamar mandi, dia terbelalak mendapati anaknya sekarat dengan cara tragis.

"Munjadi langsung teriak-teriak minta tolong sama tetangga, saya langsung lari di lokasi kejadian," ujar saksi, tetangga korban, Daroni (54).

Korban telah diketahui tak bernyawa dengan memakai baju kemeja kotak-kotak warna kuning. Sementara di mulutnya terselip sebatang rokok. "Dia menggunakan tali plastik dikaitkan di plafon kamar mandi. Ada bekas luka sayat dan berdarah di pergelangan tangan kiri," ungkap saksi.

Bercak darah ditemukan di sejumlah tempat. Di antaranya di dekat gerbang depan rumah, depan pintu rumah, kasur di kamar tidurnya. Darah tersebut bekas menetes sejak dari depan pintu rumah, kemudian menuju kamar tidur, kemudian menuju kamar mandi. "Sebungkus rokok dan korek api ditemukan tergeletak di depan pintu rumah," katanya.

Kapolsek Semarang Barat Kompol Yani Permana mengatakan, identifikasi kepolisian menduga, korban telah menyayat pergelangan tangannya terlebih dahulu, kemudian mencari tali di sejumlah tempat di rumahnya, baru kemudian gantung diri di kamar mandi.

"Kami belum menemukan alat yang digunakan untuk menyayat. Hingga saat ini (petang kemarin) masih dilakukan pencarian," terangnya saat dihubungi wartawan.

Dikatakan Yani Permana, korban diketahui mempunyai riwayat gangguan jiwa. Dia juga sedang dirawat jalan. "Obat yang dikonsumsi korban, ditemukan di lokasi kejadian," katanya.

Sejumlah tetangga menilai, kondisi kejiwaan korban terlihat tidak terlalu parah. Kondisi komunikasi korban terhadap warga sekitar juga masih normal. "Sikapnya baik, sama tetangga juga tidak segan menyapa," kata Daroni, tetangganya.

Menurut Daroni, korban sedikit memiliki tekanan batin setelah  gagal menjalin asmara beberapa tahun lalu. "Dia beberapa hari lalu sempat ngobrol sama saya, menceritakan bahwa dia akan menikah. Tapi dia tak bisa melupakan hubungan asmara sama teman wanitanya terdahulu yang kandas di tengah jalan," imbuhnya.

Tim kepolisian kemudian melakukan evakuasi dan membawa jenazah putra bungsu dari tiga bersaudara itu ke kamar mayat RSUP dr Kariadi Semarang. Sejumlah keluarga korban syok dan belum bisa dimintai keterangan. (abm/rif)
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]