Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Pelabuhan Kendal Penopang Kerja Sama ASEAN

Pelabuhan Kendal di Desa Wonorejo, Kecamatan Kaliwungu, sangat menguntungkan Kabupaten Kendal dalam kerja sama antar kabupaten/kota dengan negara-negara yang tergabung dalam ASEAN. (SM/Rosyid Ridho)
KENDAL - Keberadaan Pelabuhan Kendal di Desa Wonorejo, Kecamatan Kaliwungu, dinilai sangat menguntungkan Kabupaten Kendal dalam mengembangkan kerja sama antar kota/kabupaten di negara-negara ASEAN, khususnya dalam sektor ekonomi. Hal itu disampaikan Sekretaris Dirjen Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri, Rahmat Pramono dalam acara Sosialisasi Komunitas ASEAN di Operation Room, Setda Kendal, Kamis (4/7). Sosialisasi diikuti antara lain kepala dinas/badan/kantor, camat, dan instansi lainnya.
Dia mengatakan, keberadaan Pelabuhan Kendal sangat bagus sebagai penopang kerja sama dengan negara-negara ASEAN lainnya. Pelabuhan Kendal bisa dimanfaatkan. Produk-produk dari luar negeri, tidak harus lagi masuk melalui Pelabuhan Tanjung Emas di Semarang atau Pelabuhan Priok di Jakarta Utara, karena akan menambah biaya lebih besar. ''Bisa langsung dari negara-negara ASEAN masuk ke Kendal. Jateng justru bisa menjadi tempat penampungan barang-barang dari luar negeri,'' kata dia.
Rahmat mengatakan, kerja sama ASEAN, akan lebih baik, tidak hanya antar negara sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga dengan masing-masing daerah kabupaten/kota. Dia menyontohkan, saat ini telah ada penerbangan langsung dari Malaysia ke Yogyakarta, Solo, Surabaya, Bandung, dan tidak harus turun di Jakarta. Daerah harus bisa memanfaatkan peluang kerja sama itu yang tentu akan berpengaruh terhadap sektor bisnis maupun pariwisata. ''Tahun ini kami akan melakukan sosialisasi komunitas ASEAN di 87 kabupaten/kota di seluruh Indonesia,'' terangnya.
Ketua Tim Asistensi Aplikasi Timor Leste ke Asean, Agus Tarmidzi, mengatakan, komunitas ASEAN akan meningkatkan kerja sama lebih erat 10 negara yang tergabung dalam ASEAN. Sejak dahulu memang telah terjalin kerja sama, tetapi perlu semakin ditingkatkan demi kemajuan bersama. Terdapat tiga pilar utama kerja sama, yaitu keamanan, ekonomi, dan sosial budaya,'' jelas dia.
Agus menambahkan, berdasarkan hasil pertemuan dengan negara-negara ASEAN di Bali pada 2003, pembentukan komunitas ASEAN direncanakan mulai 2020. Namun, hasil pertemuan selanjutnya di Philipina pada 2007, rencana tersebut dipercepat menjadi 2015, karena itu, mau tidak mau, siap tidak siap, jika perjanjian kerja sama itu disepakati, maka harus siap memanfaatkan peluang dari kesepakatan kerja sama tersebut. ''Maka dari itu daerah dan pusat harus saling mendukung dan siap memanfaatkan kerja sama baik bidang investasi, ketenegakerjaan dan sektor lainnya,'' kata dia.
Bupati Widya Kandi Susanti, mengatakan, potensi Kabupaten Kendal pada sejumlah bidang sudah siap untuk menghadapi era keterbukaan. Keberadaan Pelabuhan Kendal yang akan diuji coba pada September 2013, akan mampu menampung kapal-kapal dalam ukuran besar. Kabupaten Kendal juga akan mendirikan Kawasan Industri Kendal juga di Kaliwungu yang dekat dengan pelabuhan. ''Keberadaan Pelabuhan Kendal menarik minat investor untuk menanamkan inventasinya,'' tutur Widya Kandi. (SMNetwork/H36/hst)
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]