Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Polisi Buru Pelaku Perampokan -Korban Diancam Ditembak Mati

Aparat Polrestabes Semarang masih memburu pelaku perampokan Rp 680 juta yang juga membawa kabur dua mobil serta menganiaya korban dengan gagang pistol.
Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Harryo Sugihhartono, mengatakan perburuan terhadap tiga pelaku perampokan di ruko Jalan Cinde Barat I nomor 1, Jomblang, Candisari, tidak mengalami kendala.

Adapun, titik terang dalam pengungkapan kasus tersebut sudah jelas terlihat. "Masih kami intai pergerakannya, dalam waktu dekat ini pelaku kami tangkap," ungkapnya saat ditemui di Mapolrestabes Semarang, Selasa (23/7).

Menurut dia, pelaku sudah jelas tergambar lantaran korban menyimpan foto dan beberapa idenditas lain yang berhubungan dengan pelaku. "Kami juga dibantu dengan alat bukti lain yang mengarah ke identitas pelaku secara keseluruhan," terangnya.

Harryo membeberkan, perkenalan pelaku dengan korban terjadi sekitar satu bulan lalu. Setelah korban Rendi dikenalkan oleh rekannya di Surabaya. "Saat itu Rendi bercerita hendak meminjam uang. Oleh rekannya dikenalkanlah dengan tiga pelaku tersebut," katanya.

Dari pertemuan pertama di Solo mereka kemudian saling mengenal dan pembicaraan untuk meminjam uang berlanjut. "Oleh Rendi, pelaku kemudian dikenalkan kepada korban Jajang yang merupakan rekan kerjanya," paparnya.

Setelah kedua korban sepakat, maka pertemuan untuk peminjaman uang dilaksanakan, hingga korban meminta pelaku untuk datang ke Semarang. "Persyaratan peminjaman uang Rp 5 miliar yang mengharuskan korban menyediakan uang Rp 600 juta sebagai pendamping sudah disetujui dan sudah disiapkan korban," ungkapnya.

Pada Minggu (21/7) malam, ketiga pelaku itu mengabarkan kepada korban jika mereka sudah berada di Semarang dan menginap di sebuah hotel. "Senin (22/7), mereka sepakat bertemu di lokasi kejadian," ujarnya.

Korban tak menduga, jika transaksi itu berakhir dengan aksi perampokan yang dilakukan tiga pelaku tersebut. "Saat korban mengeluarkan uang, ketiga pelaku langsung berbuat arogan hingga korban disekap dan dipukul dengan gagal pistol," terangnya.

Sementara itu, Jajang Yulianto (45) mengatakan, dirinya tidak menyangka jika transaksi peminjaman uang Rp 5 miliar yang sedianya akan digunakan untuk membuka bisnis baru dibidang properti akan berakhir naas.

Sebab, sebelumnya baik dia maupun Rendianto Subroto (49), beranggapan bahwa orang yang dikenal melalui rekan Rendi di Surabaya benar-benar mau meminjamkan uang. "Komunikasi kami baik dan mereka (pelaku-red) tidak menunjukan jika akan berbuat jahat," ujarnya, kemarin.

Namun, dugaan kedua korban ternyata meleset, sebab modus meminjamkan uang ternyata digunakan untuk merampok uang Rp 680 juta milik mereka. "Saat saya mengeluarkan uang dari tas, tiba-tiba mereka (pelaku-red) langsung menodongkan senjata dan mengancam akan menembak mati jika uang itu tidak diberikan," katanya.

Ancaman itu, membuat Jajang sedikit takut meski dia sempat melakukan perlawanan, hingga tarik menarik tas tersebut. "Saya sempat dipukuli dan akhirnya diserta dan dikat lakban. Saat itu saya juga sempat melihat Rendi juga dipukul," akunya.

Kasat Reskrin menambahkan, keterangan korban akan dijadikan pihaknya sebagai acuan untuk melakukan pengejaran terhadap pelaku. Untuk saat ini, lanjut dia, pihaknya masih melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan kepada kedua korban, termasuk mengumpulkan barang bukti lain. (K44,H74-SMNetwork/rif)
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]