Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Rampok "Cinde" Ditembak

Bermain pistol, maka penjahat juga berhadapan dengan pistol. Nah, bila kemudian kaki ditembak begini, jangan salahkan polisi!

Seorang pelaku perampokan yang menggondol total 1 miliar di ruko berlantai 3 di Jalan Cinde Barat I/01, Candisari, Gajahmungkur, ditembak oleh tim Reserse Mobile Polrestabes Semarang, Rabu (24/7).

Pelaku adalah Sindu Danuarta (36), warga Desa Gompang Kartasura. Sindu ditembak di kaki kiri karena melakukan perlawanan saat ditangkap di rumahnya di daerah Kartosuro.

Sedangkan seorang pelaku bernama Rahmat Hendrik Suharno alias Aji (37) ditangkap oleh tim Polda Daerah Istimewa Yogyakarta karena terlibat kasus serupa di wilayah hukum Yogyakarta. Saat ini kepolisian masih memburu seorang pelaku Tubagus Indra Gunawan Ap (38), warga Jalan Banjaran No 92 Kp Andir RT 02/RW 10 Kelurahan Andir Kecamatan Baleendah Bandung.

"Kami menangkap seorang pelaku dan sejumlah barang bukti. Terpaksa tim kami menembak di bagian kaki karena dia melakukan perlawanan," kata Kapolrestabes Semarang Kombes Elan Subilan, Rabu (24/7) petang di Mapolrestabes Semarang.

Pihaknya sejak kejadian perampokan melakukan pengejaran yang dipimpin oleh Aiptu Janadi. Barang bukti berupa 2 mobil telah berhasil di amankan di Semarang. Masing-masing Suzuki Swift warna silver Q 8523 FB diamankan di depan markas Banteng Raiders daerah Banyumanik, Nissan X Trail warna hitam H 9435 UB diparkir di Alfamart Dr Wahidin.

Selain itu, kepolisian juga mengamankan dua pistol jenis Air Soft Gun, struk pembayaran Rp 28 juta, uang tunai Rp 8 Juta, 9 KTP atas milik Hendrik, 8 buku tabungan, empat unit sepeda motor yakni Yamaha Vixion, AD 4565 OU, Mio merah, AD 6645 EN, Kawasaki Ninja 250 R, AD 3240 AEE dan Kawasaki Trail warna hijau milik tersangka.

Elan Subilan mengungkapkan, otak aksi perampokan ini adalah Hendrik. Dia diduga melakukan perampokan di sejumlah tempat. Diketahui dia memiliki belasan KTP palsu. Di antaranya bernama Tatang Andriansyah, Taufiq Hidayat, Rahmad Hidayat, Rahmat Hendrik Suharno dan Eric Setiawan.

"Saat ini, Hendrik diamankan di Polda Yogyakarta karena tersangkut kasus yang sama," kata Elan didampingi Kasat Reskrim AKBP Harryo Sugihhartono.

Dikatakan Elan, tiga tersangka telah merencanakan aksinya sekitar sebulan lalu. Mereka mengelabui korban Jajang Yulianto (47) warga Jalan jatiraya Utama II nomor 6, RT 09 RW 02 Banyumanik dan Rendyanto subroto (49) warga Jalan Kuala Mas IX nomor 408 Tanjung Mas Semarang, dengan cara menjanjikan pinjaman dana senilai Rp 5 sampai 6 miliar. "Itu hanya rekayasa fiktif untuk untuk mengelabuhi dua korban," terang Elan.

Ketiga tersangka bertemu korban sebanyak tiga kali. Terakhir pada Senin (22/7), malam sebelumnya tiga pelaku mendapat servis menginap di hotel Ciputra. "Kami masih mengejar seorang pelaku, yakni Tubagus Indra Gunawan. Bagus adalah orang yang juga dikenal korban. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa kami tangkap," tandasnya.

Tersangka Sindu Danuarta mengaku baru kali ini melakukan perampokan. "Perencananya Rahmat Hendrik Suharno alias Aji, yang kenal sama korban adalah Tubagus Indra Gunawan. Saya hanya bertugas sebagai antar jemput," ujar pria lulusan SMA ini.

Dia mengaku hanya diajak oleh Aji yang dikenal sejak tiga bulan lalu. Sindu Danuarta mengaku mendapat bagian hasil perampokan Rp 100 juta.  Bagian paling banyak adalah Aji Rp 248 juta. "Uang bagian itu sebagian saya gunakan untuk membayar utang Rp 15 juta, dan membeli motor tril," ujarnya.

Sebagaimana diketahui,  tiga perampok berpistol beraksi di sebuah ruko berlantai 3 di Jalan Cinde Barat I/01, Candisari, Gajahmungkur, Senin (22/7) sekitar pukul 13.00. Korban disekap menggunakan lakban sebelum akhirnya menggondol uang tunai Rp 680 juta dan dua mobil masing-masing Nissan X Trail warna hitam H 9435 UB, dan Suzuki Swift warna silver Q 8523 FB. Total kerugian diperkirakan mencapai 1 miliar lebih.

Kedua korban merupakan rekan bisnis dalam bidang arsitektur yang sedang mengadakan pertemuan di ruko tersebut.

Tiga pelaku datang menggunakan taksi. Setelah ketiganya turun, mereka kemudian langsung masuk di dalam ruko yang tidak terkunci. Sementara dua korban sedang berbincang di lantai 2 ruko tersebut. (abm/rif)
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]