Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Saat Jarinya Meraba, Untunglah Aku Tersadar


Sebut saja namaku Sri. Aku Dilahirkan dari keluarga Jawa yang masih memegang teguh kehormatan sebelum menikah. Karena alasan itu pulalah aku harus mengubur rapat-rapat keinginanku untuk menjalin hubungan dengan seorang pemuda kampungku, karena mendengar selentingan kabar yang mengatakan bahwa Yudi (bukan nama sebenarnya) termasuk laki-laki yang hanya akan memanfaatkan kelengahan setiap perempuan yang dipacarinya.

Saat itu kehormatanku memang masih berhasil kujaga, tetapi aku tetap saja tak bisa menjaga kestabilan mentalku, sakit hati, kecewa dan marah selalu saja menemaniku selama beberapa minggu. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk bekerja sebagai TKW di Malaysia agar bisa melupakan Yudi. Namun ketika semuanya teah berhasil dengan baik, entah mengapa janjiku untuk tak berpacaran di negeri tetangga ini tak berhasil kuwujudkan.

Berawal dari telepon seorang pria bernama Ridwan (bukan nama sebenarnya) yang memesan hasil produk dimana aku bekerja. Setelah pembicaarn singkat itu, Ridwan kembali menghubungiku dan mengajak bertemu. Dan demikianlah, pertemuan itu memang menyisakan sebuah harapan baru untukku, harapan akan memiliki seseorang teman dekat yang sebelumnya tak pernah terpikirkan akan mendapatkannya disini.

Di mataku Ridwan adalah sosok yang sangat perhatian. Ia sudah memberiku bunga mawar dan  kado ulang tahun, serta mengajakku makan malam disebuah restoran. Ridwan juga mengajariku banyak hal, termasuk mengajariku mengemudikan mobil yang sering ia bawa. Singkatnya setelah malam ulang tahun itu kami sepakat untuk menjalin hubungan ke arah yang lebih serius.

Dan entah mengapa, perlakuan Ridwan membuatku terlena dan sempat melupakan pesan-pesan orang tuaku agar menjaga kehormatan. Setiap akhir pekan Ridwan selalu memberikan pengalaman baru dalam berkencan, hingga membuatku selalu rindu akan kecupan, kehangatan dan suara mesra yang ia lontarkan. Hingga semuanya harus kembali berakhir karena masa kerjaku telah habis.
Sehari sebelum aku kembali ke Tanah Air, Ridwan mengajakku Bertemu. Awalnya kami hanya berbincang-bincang untuk merencanakan pertemuan-pertemuan kami selanjutnya. Tetapi kemudian Ridwan mulai membelai-belai rambutku, mencium mataku, dan kemudian mulai mendaratkan kecupannya di bibirku.

Lalu tangannya mulai meraba bagian-bagian sensitifku, membuka satu persatu kancing bajuku, dan mendaratkan kecupannya di dadaku. Mendapati itu semua aku tak lagi bisa berpikir jernih. Melihat aku pasrah, Ridwan mulai berani meraba bagian paling sensitif ditubuhku, padahal sebelumnya ia tak perah berani melakukannya.

Sensasi yang kurasakan sangat luar biasa, kepalaku terasa berdenyut-denyut merasakan sesuatu yang menggelora. Dan kemudian semuanya menjadi semakin gila.

Tapi saat tangannya berhasil membuka pakaian dalamku, bayangan wajah Ibu tiba-tiba saja muncul. Nasehat-nasehatnya yang sempat hilang muncul kembali, “Nduk, jaga baik-baik kehormatan yang kelak hanya akan kau berikan pada suamimu.” Dan untunglah di saat-saat yang genting itu aku berhasil mendorong tubuhnya yang hendak menindih tubuhku, “Bang jangan bang. Aku nggak mau,” ujarku sambil merapihkan pakaianku yang sempat terlepas hingga membuat tubuhku hampir telanjang.

Walau terlihat dongkol, Ridwan akhirnya melepaskan pelukannya. Esoknya aku kembali ke Indonesia dengan harapan Ridwan memenuhi janjinya akan datang ke Indonesia dan segera melamarku. Namun hingga kutulis cerita ini Ridwan tak pernah muncul, bahkan ia tak memberi kabar apapun. Baru aku baru tersadar aku tertipu meski lega sebab aku tidak ternoda. (Dituturkan oleh Sri, di Penggaron, Semarang)
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]