Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Seleksi Tingkat Pusat Penerimaan Taruna Akpol

Perwakilan calon taruna Akpol melakukan penandatanganan pakta integritas dengan panitia penerimaan taruna Akpol, di Gedung Serbaguna Akpol, Kamis (4/7) pagi. HARSEM/SM/ERRY BUDI PRASETYO
Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) maupun calon taruna (catar) akan dikeluarkan dari pendidikan jika terbukti melakukan tindak korupsi kolusi dan nepotisme (KKN). Mereka juga akan diproses sesuai hukum laiknya masyarakat pada umumnya. Adapun orang tua taruna atau catar  ikut diseret ke ranah pidana.

TIDAK ada yang kebal hukum. Begitu pun bagi taruna dan calon taruna Akpol, yang terlibat korupsi akan dipecat. Hal itu diungkapkan Kepala Biro Pengendalian Personel Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri, Brigadir Jenderal Dolly Bambang Hermawan, usai membuka Seleksi Tingkat Pusat Penerimaan Taruna Akpol T.A 2013, di Gedung Serbaguna Akpol, Kamis (4/7).
Menurut dia, tindakan itu dilakukan supaya budaya KKN tidak masuk dan tubuh di generasi penurus bangsa yang nantinya akan menjadi pengayom masyarakat. "Ketentuan itu dimulai dari awal seleksi supaya bisa terkontrol," ungkapnya, kemarin.
Adapun, seleksi catar harus didasari dengan prinsip bersih, transparan, akuntabel dan humanis. "Siapapun yang terbukti harus ditindak dan langsung dikenai sanksi. Tidak pandang bulu mau anak siapa dari golongan apa, KKN tetap akan dikeluarkan dan proses hukum mengikuti," ujarnya.
Dolly menegaskan, dengan begitu lulusan Akpol nantinya bisa menjadi panutan di tengah masyarakat. Tanpa ada unsur mementingkan diri sendiri untuk mengeruk kekayaan. "Karena itulah kami memilih catar yang benar-benar punya kualitas yang bisa diandalkan," terangnya.
Untuk itu, lanjut dia, seleksi dilakukan bekerjasama dengan menggandeng kemitraan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang berada di wilayah Jawa Tengah. "Kami bersama-sama mengawasi proses seleksi," paparnya.
Selain LSM, lanjut dia, masyarakat juga diperkenankan untuk mengawasi proses tersebut. "Boleh ikut andil, kecuali saat seleksi internal kepolisian," tegasnya. Adapun, pihaknya mengajak orang tua para calon catar untuk berkomitmen tidak akan terjadi praktik KKN saat seleksi dilakukan. "Jalani seleksi sesuai ketentuan akan lebih baik. Dan jika anak-anak mereka lolos pastinya akan lebih bangga," terangnya.
Dolly menambahkan, catar yang masuk seleksi tingkat pusat adalah mereka yang lolos seleksi di daerah. "Ada 439 orang yang lolos seleksi daerah. Mereka akan ikut seleksi di pusat dari hari ini (kemarin-red) hingga 25 Juli. Dari situ nanti akan diambil 300 taruna saja itu jika mencapai target," paparnya.
Menurut dia, dalam seleksi ini pihaknya tidak mengejar jumlah atau kuantitas, namun lebih kepada mutu atau kualitas. "Yang penting kualitasnya bukan masalah banyak sedikit jumlahnya," ujarnya.
Wakil Gubernur Akademi Kepolisian, Brigadir Jenderal Sriyono mengatakan para catar yang akan mengikuti seleksi di tingkat pusat harus bersungguh-sungguh dan tetap berkomitmen. "Jaga kondisi fisik itu yang utama apalagi seleski pertepatan dengan puasa," ungkapnya. Dalam acara itu, para perwakilan oarng tua calon taruna dan panitia seleksi mengucapkan pakta integritas penerimaan calon taruna Akpol yang anti KKN. (SMNetwork/K44,H74-sae)
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]