Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Wayangan di Kediaman Pangdam IV/Diponegoro

Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Sunindyo menyerahkan tokoh wayang Puntadewa kepada dalang Ki Joko "Edan" Hadiwijoyo disaksikan Kasdam IV/Diponegoro  Brigjen TNI Agus Kriswanto (tengah), Dandim 0733/BS Semarang Letkol kav Dicky Armunantho Mulkan (kiri) dan PLT Walikota Semarang Hendrar Prihadi saat pementasan wayang kulit di halaman Puri Wedari, kediaman Pangdam IV/Diponegoro Jl Taman Diponegoro Semarang, Rabu (3/7) malam. HARSEM/SM/MAULANA M FAHMI
MENJALIN kemanunggalan TNI- Rakyat, Kodam IV/ Diponegoro menggelar pentas wayang kulit di halaman Puri Wedari, Kediaman Pangdam IV/Diponegoro Jl Taman Diponegoro Semarang, Rabu (3/7) malam.
Dalam pertunjukan wayang yang mengangkat lakon "Sang Pengayom, Radja Soeya" dan dipentaskan dalang Ki Joko Hadiwijoyo atau yang terkenal sebagai dalang Joko "Edan" tersebut mampu menghangatkan suasana malam keakraban antara Pangdam dan jajarannya serta sejumlah instansi Muspida Kota Semarang dengan masyarakat yang duduk lesehan.
Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Sunindyo yang memberikan sambutan kepada masyarakat yang hadir sangat gembira dengan antusias mereka untuk nonton wayang. Tak hanya nguri-nguri budaya Jawa Wayang, namun gita seperti ini menurut Pangdam dapat lebih menjalin kemanunggalan TNI, Polri, Instansi pemerintah dan rakyat.
"Sebagai orang Jawa kita harus rajin nguri-nguri budaya sendiri. Indonesia terkenal dengan budaya Jawa, sedangkan Jawa pusatnya berada di Jawa Tengah. Untuk itu, kita sebagai warga Jawa Tengah yang kaya akan budaya ini harus bisa mejaga dan melestarikan", kata Pangdam. 
Jenderal bintang dua tersebut menambahkan, sebagai pengabdi negara, prajurit juga mempunyai tugas menjaga keutuhan budaya. Karena jika bukan kita semua yang nguri-nguri budaya, lantas siapa lagi yang akan menjaganya.
"Orang luar negeri pun banyak yang minat dan tertarik belajar budaya Jawa. Jangan sampai nanti dalang dan sinden yang main justru orang-orang asing sementara kita melupakan budaya kita sendiri,"ujar Jenderal murah senyum yang juga berangan-angan ke depan bisa menggelar Sinden Idol untuh menggugah minat masyarakat belajar nyinden.
Keprihatinan Pangdam terhadap budaya dan kepribadian bangsa yang luntur lantaran belakangan ini marak terjadi konflik horisontal di masyarakat, di antaranya perkelahian antarkampung, pilkada rusuh dan maupun tawuran antarsuporter bola.
"Budaya kekerasan itu harus kita hapus dan mulai kita pupuk kembali budaya-budaya Jawa yang adiluhung. Kekerasan bukan budaya kita sebagai orang Jawa,"jelasnya sembari melontarkan guyonan angan-angannya membentuk paguyuban penonton wayang.
Sementara itu mengawali pertunjukan wayang, Pangdam IV/Diponegoro Meyjen TNI Sunindyo menyerahkan tokoh wayang Puntadewa kepada dalang Ki Joko Hadiwijoyo disaksikan Kasdam IV/Diponegoro  Brigjen TNI Agus Kriswanto, Dandim 0733/BS Semarang Letkol kav Dicky Armunantho dan PLT Walikota Semarang Hendrar Prihadi.
"Puntadewa ini adalah sosok pengayom yang baik dan dianggap tokoh suci. Watak Puntadewa berbudi halus, sabar, berbelas kasih, setia, enggan mengecewakan orang, dan tulus membantu orang lain yang membutuhkan," jelas Pangdam disambut tepuk tangan pengunjung. (SMNetwork/H55-sae)
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]