Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Lebaran, Tol Ungaran-Bawen Bisa Dilewati

Pekerja proyek tol tengah merakit besi kerangka pembatas jalan di kedua ujung Jembatan Tinalun tol Ungaran-Bawen. HARSEM/SM/RANIN AGUNG
MENTERI Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto menyatakan, jalan tol Ungaran-Bawen bisa dilewati untuk melayani arus mudik dan balik Lebaran. Meski hanya akan dibuka satu jalur, namun dirinya berpesan kepada PT Trans Marga Jateng (TMJ) sebagai pelaksana proyek tol Semarang-Solo untuk menjamin kualitas pekerjaan demi keselamatan pengguna jalan. TMJ harus bisa memastikan tol itu aman untuk dilalui.
"Kami berharap jalan tol Ungaran-Bawen sudah bisa dinikmati pemudik dan pihak TMJ sudah menyanggupinya. Pastikan itu aman, jangan hanya kejar target pokoknya akan dibuka menjelang Lebaran," katanya usai melakukan pengecoran terakhir di Jembatan Lemah Ireng I, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Selasa (2/7) lalu. Proyek tol ini bukan merupakan keharusan kalau tidak menjamin keselamatan pengguna jalan.
Menurut Djoko, tol Ungaran- Bawen jika mengacu rencana awal selesai akhir 2013, namun Jasa Marga dan TMJ menjanjikan pembangunan jalan bebas hambatan ini sudah akan sempurna pada Oktober mendatang. Jika progres keseluruhan sudah terselesaikan, maka per 1 Januari 2014 tol ini akan bisa dipakai dan pengguna jalan diwajibkan membayar. Pembangunan tol Semarang-Solo ini merupakan sebuah catatan sejarah karena pernah mengalami masa-masa sulit. Namun, progres pembangunan tetap berjalan dan tidak ada yang dirugikan.
"Kami mengapresiasi masyarakat yang tanahnya dilewati proyek tol, ini ibadah luar biasa. Mereka melepas hak miliknya untuk jalan tol yang akan dilewati berjuta-juta orang," tegasnya.
Turut mendampingi Djoko Kirmanto ialah Pelaksana tugas (Plt) Sekda Jateng Sri Puryono, Kepala Dinas Bina Marga Jateng Bambang Nugroho Kristiadji, dan Komisaris Utama PT TMJ Danang Atmodjo.
Dalam kesempatan itu, Sri Puryono menyambut apresiatif atas sinkronisasi pemerintah pusat, Jateng, dan Kabupaten Semarang dalam mendukung pembangunan ruas Ungaran- Bawen. "Kami selalu mengecek ke lapangan dalam pembangunan tol ini dalam jangka waktu 10 hari, perkembanganya luar biasa. Kami berharap agar jalan tol segera selesai supaya bisa dimanfaatkan untuk Lebaran," katanya. Menurutnya, kendala pembangunan proyek ini ialah cuaca ekstrem. Di mana, hujan terjadi terus menerus dan ini cukup mengganggu pengerjaan proyek.
Berdasarkan pantauan, pekerja kontraktor masih terlihat sibuk menggarap pembangunan proyek yang belum tuntas. Mereka terlihat melakukan pengecoran beton pembatas ruas jalan di sekitar Jembatan Tinalun, Jembatan Lemah Ireng I dan Jembatan Lemah Ireng II, Bawen. Adapun pengecoran landasan jembatan Tinalun, Lemah Ireng I dan II sudah selesai 100 persen.
"Pengecoran landasan jembatan Tinalun sudah diselesaikan tadi malam (Senin,1/7), dengan demikian semua jembatan secara teknis mutlak diselesaikan sempurna. Pengerjaannya tidak bisa dipenggal-penggal seperti membangun ruas jalan," jelas Dirut PT TMJ, Jajat Sudrajat. Menurut dia, ruas seksi II Ungaran-Bawen ini bagian dari tol Semarang-Solo sepanjang 72 kilometer. Tol seksi II ini sudah ada percepatan untuk membantu melayani pemudik.
Hingga kini, terdapat dua titik yang belum sempurna, salah satunya pengeprasan bukit Derekan, Lemah Ireng, Bawen. Meski demikian, pihaknya menjanjikan H-7 Lebaran tol sudah bisa dimanfaatkan. Adapun, titik berat penyelesaian proyek ini ada di lokasi galian batu bukit Derekan setinggi 56 meter. "Titik berat di Lemah Ireng, ada galian batu sehingga kami harus mengubah strategi. Ruas tol akan diselesaikan dulu satu jalur," ungkapnya.  
Pihaknya menjelaskan, ruas Ungaran-Bawen dibuka satu jalur dan searah untuk melayani pemudik. Hal ini sesuai hasil koordinasi pihak kepolisian dan Dishubkominfo Jateng. "Pengguna jalan yang hendak menuju Magelang dan Yogyakarta melalui tol disarankan keluar melalui pintu keluar tol Ungaran. Ini untuk menghindari terjadinya penumpukan kendaraan di pintu keluar tol Bawen," tandasnya.
Sementara itu, penyelesaian gerbang tol paket VI di ruas jalan sebelum pintu keluar tol Bawen terus dikebut. Gerbang itu berfungsi untuk melayani pengguna jalan yang hendak membayar tol. Ini baru dilakukan apabila tol sudah bisa difungsikan secara penuh. Namun, khusus untuk mudik Idul Fitri 1434 Hijriah hanya difungsikan sementara untuk rest area atau tempat peristirahatan. "Fasilitas kamar kecil dan lainnya bisa digunakan masyarakat," tukasnya. (SMNetwork/H86,J17,H68-sae)
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]