Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Perlu Ditata, Monitoring Perdagangan Sapi

SM/Fani Ayudea
Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi membagikan paket sembako kepada warga tak mampu dalam Pasar Murah di Kantor Disperindag Jateng, kemarin.
SEMARANG - Sistem monitoring perdagangan sapi dari tingkat hulu hingga hilir perlu ditata untuk mengendalikan harga dan kebutuhan daging sapi dalam negeri. Monitoring dilakukan mulai dari pasar hewan, rumah pemotongan hewan (RPH), hingga penjualan daging di pasar.
Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan, seluruh pemerintah daerah diminta membangun sistem monitoring secara utuh. Jika semua bisa termonitor, sinyal kenaikan harga bisa diketahui sejak awal. Hal ini juga bisa berlaku untuk pengawasan harga komoditas lain seperti hortikultura.
"Kita sekarang punya monitoring populasi dan harga daging sapi, tapi itu hanya di hulu dan hilir. Padahal masalahnya ada ditengah-tengah antara hulu dan hilir. Karena itu pemerintah daerah diminta untuk sama-sama memonitor pasar hewan, rumah potong, hingga pasar segar," katanya di sela-sela pembukaan pasar murah di kantor Disperindag Jateng.
Sistem monitoring yang paling lengkap saat ini ada di komoditas beras. Monitor dilakukan mulai dari bibit sampai harga eceran. Saat masa panen tugas ada di Kementerian Pertanian, saat pascapanen ada di Kementerian Perdagangan.
Kondisi yang terjadi kemarin, lanjutnya, saat harga di peternak mencapai Rp 35.000 per kilogram berat hidup, ternyata peternak tak melepas sapinya untuk dijual. Sebab lebih dari 90% masyarakat peternak hanya punya dua hingga tiga ekor sapi yang sifatnya tak komersial, dijual hanya sesuai kebutuhan. "Akhirnya pemerintah harus impor sapi dan daging beku untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yang belum bisa terpenuhi," ujarnya
Pemerintah juga mengimbau agar pemerintah daerah melakukan intervensi dalam pengaturan komoditas di daerahnya masing-masing. Menjembatani informasi stok antar daerah juga termasuk intervensi pemda. "Misal di Semarang stok daging kosong, tapi di Klaten stok berlimpah. Cara ini tergantung kebijakan dan karakteristik daerah masing-masing. Di level makro, pemerintah membangun sistem informasi antar provinsi, dan membuka serta menutup keran impor," tuturnya.
Saat ini yang dilakukan Jateng untuk mengembangkan populasi sapi adalah dengan inseminasi buatan secara besar-besaran, dan mulai mengembangkan pengusaha peternakan lokal yang bereaksi terhadap harga. Jika harga naik, peternak akan menambah pasokan.
Sementara itu dalam pasar murah yang digelar Disperindag Jateng 30 Juli-1 Agustus 2013, dibagikan 1.300 paket sembako. Tiap paket terdiri atas 5 kg beras, 2 kg gula pasir, dan 2 liter minyak goreng seharga Rp 59.000, lebih rendah 30% dari harga di pasaran. Kegiatan yang dibuka oleh Gubernur Bibit Waluyo dan Kepala Disperindag Jateng Edison Ambarura tersebut diikuti 90 pedagang, dan menjual kebutuhan masyarakat seperti aneka kue, sayuran, daging, dan pakaian.(SMNetwork-J8/yul)
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]