Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Wong Solo Sindir Pertikaian SBY dan Anas

Wong Solo menggunakan topeng SBY dan Anas Urbaningrum saat menggelar aksi sindiran di ajang CFD, Jalan Slamet Riyadi, Minggu (27/10).
SOLO- Kedatangan orang nomor satu di Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono atau biasa dikenal dengan sebutan SBY saat car free day (CFD) di Jalan Slamet Riyadi, Minggu (27/10) pagi, menyita perhatian.
    
Lambaian tangan dan senyum khas sosok yang juga Ketua Dewan Partai Demokrat (PD) itu, disapa renyah orang pengunjung CFD. Meskipun ada beberapa yang hanya tampak cuek dan memalingkan wajah. Namun, menariknya kedatangan SBY juga ditemani orang dekatnya yang saat ini justru seperti menjadi musuh yakni Anas Urbaningrum. Ya, mantan ketua umum partai bintang mercy yang tersangkut kasus Hambalang dan belum lama ini membuat ormas Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI).  

 Keduanya sempat menaiki becak yang dikemudikan oleh Suparmo (63). Tidak hanya bergandengan tangan, sosok SBY yang diperankan Hartanto (45) dan Anas yang diperankan Sudiatmoko (50), juga berangkulan. Kedua sosok tersohor di dunia pemerintahan dan politik Indonesia itu, tampak mesra. Seakan tidak ada masalah seperti yang akhir - akhir ini terlihat miris di televisi. “Buktinya di Solo, saya (SBY) dan Anas baik - baik saja. Malu dong bertikai di depan rakyat...,” sindir Hartanto nyengir.
   
 Anas pun langsung mengiyakan ungkapan seniornya itu. Menurutnya, tidak etis jika pemimpin yang selama ini dilihat dan didengar rakyat, membuat gaduh dengan saling melempar pernytaan. Apalagi jika hal itu bukan berkaitan dengan rakyat. Namun soal partai yang selama ini diurusnya. Sudiatmoko yang merupakan warga Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari itu, hanya prihatin dengan SBY dan Anas yang saling menyerang. “Seharusnya isin (malu, red). Ini jadi perhatianlah,” terang dia.
    
Begitu juga dengan Suparmo. Tukang becak yang biasa mangkal di Klodran itu mengaku miris jika melihat televisi, sosok presiden justru tengah menanggapi masalah bukan soal rakyat. Yakni partai yang diusurnya. Dia mengharapkan, sebaiknya presiden dua periode itu fokus dalam merealisasikan janji - janji sewaktu kampanye. “Kan tinggal menghitung bulan, Pak SBY akan berakhir jadi presiden. Seharusnya fokus mensejahterakan rakyat. Bukan sibuk mengurusi partai,” katanya. (Asep Abdullah/SMNetwork/njs)
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]