Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Pembebasan Lahan Masih Terkatung-Katung *Proyek Rel Ganda


UKUR LAHAN: Pengukuran lahan yang akan dijadikan lokasi rel ganda di kawasan Kokrosono, Semarang, oleh petugas dari PT KAI, belum lama ini. Selama ini penghuni rumah yang terkena proyek rel ganda di kawasan Kokrosono menolak dilakukan pembongkaran.
PROYEK  pembangunan rel ganda Semarang-Bojonegoro terancam molor lagi. Dari lima wilayah yakni Semarang, Demak, Grobogan, Blora dan Bojonegoro, hanya Kabupaten Blora yang sampai saat ini pembebasan lahannya masih terkatung-katung.
 
Direktur Prasarana Perkeretaapian Ditjen Perkekeretaapian Kemenhub, Arief Heriyanto mengatakan, proses pembebasan lahan di Blora berjalan alot. Sampai saat ini baru 11,16% atau 77 bidang tanah terbebaskan dari total 690 bidang tanah.
 
"Terhambatnya pengadaan lahan disebabkan belum ada data besaran nilai ganti rugi atas bangunan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Blora. Data tersebut sampai saat ini belum diserahkan Dinas PU kepada tim Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Blora," katanya, kemarin.
 
Akibatnya, negosiasi harga tidak bisa dilaksanakan P2T. Proses negosiasi di Blora yang sudah berjalan dua kali selalu buntu, sebab pemilik tanah belum sepakat karena data harga belum juga turun. "Kami tidak tahu mengapa pekerjaan Dinas PU Blora begitu lamban. Padahal kami sudah melakukan pendekatan secara formal maupun informal.
 
Kalau data nilai ganti rugi bangunan belum diserahkan, P2T tidak dapat bekerja. Karena data tersebut syarat pelaksanaan musyawarah negosiasi," imbuhnya.
 
Tanpa data tersebut, sulit bagi P2T menghitung dan menentukan nilai ganti rugi. Nilai ganti rugi terdiri atas dua yakni tanah dan bangunan. Nilai terbesar disumbang dari harga bangunan, karena tanaman yang terkena proyek pun ikut diganti.
 
Dikhawatirkan, target P2T dapat melakukan negosiasi harga untuk 525 bidang tanah atau 75% tidak berhasil. Batas waktu yang diberikan untuk negosiasi harga tanah adalah 120 hari sejak negosiasi pertama, yakni minggu pertama November 2013. "Jika batas waktu pelaksanaan negosiasi berakhir dan pengadaan lahan tidak berhasil, maka pengoperasian rel ganda yang ditarget selesai Desember 2013 akan molor lagi," tuturnya.
 
Selain P2T dan Ditjen Perkeretaapian, lambannya kerja Dinas PU Blora juga merugikan masyarakat. Nantinya jika negosiasi selalu menemukan jalan buntu, maka akan ditempuh langkah konsinyasi di pengadilan pada Mei 2014. "Kami sebetulnya menghindari langkah konsinyasi karena ini akan merugikan masyarakat," paparnya.
 
Di wilayah Grobogan, meski masih 241 bidang tanah yang belum terbebaskan, namun Arief optimistis akan selesai November. Saat ini prosesnya sampai pada pemberkasan dan pembayaran. Pekerjaan fisik rel ganda Semarang-Bojonegoro sekarang telah mencapai 80%, dari 208 kilometer jalan rel baru yang dibangun. (SMNetwork/J8-sae)

Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]