Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Proyek Rel Ganda Molor *58 Rumah Dibongkar Paksa

DIBONGKAR: Alat berat meratakan rumah warga yang terkena proyel rel ganda di Jalan Noroyono, Semarang, kemarin. Awalnya sebagian pemilik rumah menolak keras pembongkaran , namun mereka akhirnya tidak bisa melawan dan merelakan rumahnya diratakan dengan alat berat. HARSEM/CUN CAHYA
Sebanyak 58 rumah milik warga di Jalan Noroyono, Kelurahan Bulu Lor Kecamatan Semarang Utara Kota Semarang, dibongkar paksa oleh petugas ketertiban PT KAI Daerah Operasional IV Semarang, Kamis (7/11) siang. Pembongkaran dilakukan untuk kepentingan proyek double track atau rel ganda yang saat ini telah molor dari target pembangunan.

MANAGER Hukum PT KAI daop IV Semarang, Slamet Riyadi menuturkan, pembongkaran itu menurutnya sudah sesuai prosedur, karena selain lahan itu milik PT KAI, warga telah diberikan tali asih sebagai ganti pembongkaran masing-masing Rp 250 ribu per meter untuk bangunan permanen dan Rp 200 ribu per meter untuk nonpermanen.
 
''Kalau jumlah luasan saya tidak mengerti detailnya, tetapi ada ribuan meter persegi yang ditempati 58 kepala keluarga. Langkah ini juga kami lakukan karena sebelumnya ada perlawanan dari warga yang mengklaim memiliki sertifikat dan meminta tali asih yang nilainya tidak wajar,'' katanya.
 
Slamet juga menjelaskan, lahan yang ditempati oleh warga sebagian milik lahan PT KAI dan sebagian lahan negara di bawah naungan pemerintah Kota Semarang. Pembongkaran lahan milik perusahaan kereta api itu menjadi tangung jawab KAI, sedangkan lahan negara menjadi tanggung jawab satker proyek double track.
 
''Kami menjamin akan menganti uang lahan dnegan cara dibeli bila warga bisa menunjukkan keterangan kepemilikan lahan. Minimal surat leter D persoalannya warga tak punya bukti surat kepemilikan,'' imbuhnya.
 
Slamet menambahkan, berlarutnya pembebasan lahan milik PT KAI di Jalan Noyorono Kota Semarang menjadi salah satu penyebab proyek double track molor.  Pembangunan justru telah melompat dan selesai hingga ke arah timur, tepatnya dari stasiun Alastua hingga stasiun Gubug Kabupaten Grobogan yang sudah diresmikan  Agustus 2013.
 
Pembangunan double track yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat sejak pertengahan tahun 2012 itu pun akhirnya molor karena warga enggan meninggalkan lahan.
 
Salah satu warga yang menempati Jalan Noroyono, Jati Purnomo mengatakan, sejak rumah warga dibongkar warga terpaksa tidur di pinggir jalan. Karena tidak ada tempat lain untuk ditempati, bahkan kebutuhan MCK dilakukan di fasilitas masjid.
 
''Kami berharap, PT KAI dan Pemerintah Kota Semarang memberikan tempat penampungan sementara selama pengusuran dan proses mencari tempat tinggal pengganti. Seharusnya selain membongkar memberikan solusi untuk tempat tinggal warga,'' tandasnya. (SMNetwork/H84-sae)
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]