Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Akibat Terjatuh, Pak Becak Tewas

Petugas mengidentifikasi jenasah Sunarto (57). (HARSEM/SUKMAWIJAYA)
Demak-Akibat terjatuh dari becak yang dikendarainya, Sunarto (57) warga Desa Bunderan RT 03 RW 01 Kecamatan Wonosalam, Demak , Jawa Tengah, tewas seketika.

Tiba-tiba seorang tukang becak, Sunarto tewas setelah terjatuh dari becak miliknya. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.20 ini, cukup menggegerkan warga sekitar jalan Kiai Singkil Kelurahan Bintoro Kecamatan Demak.

“Tak tahu kenapa, tiba-tiba jalannya becak itu miring-miring dan pak becak terjatuh. Beberapa warga menolong ternyata, bapaknya itu sudah meninggal dunia,” ungkap saksi mata, Mayang Tari (23) warga Kelurahan Mangunjiwan Kecamatan Demak, Selasa (31/12).

Dirinya yang asyik menikmati Es Degan di kawasan PKL itu, sempat menjerit ketika korban terjatuh dan kepalanya membentur jalan beraspal. Sejumlah warga segera memberi pertolongan. Bahkan, warga lain sempat akan memberi minuman kepada korban, namun niatan itu urung dilakukan setelah mendengar korban sudah tak bernyawa.

Selisih 5 menit, polisi berdatangan. Petugas berusaha mencari keterangan siapa pak becak ini. Hingga Waka Polres Demak Kompol Teddy Rayendra yang memimpin pengamanan Tahun Baru, menyempatkan datang.

“Ini kecelakaan, kita angkut jenasah korban dengan ambulance saja, ada yang tahu keluarga korban,” tanya Teddy kepada petugas lain.      

 Beberapa saat, polisi sudah mendapat identitas korban. Sunarto, ayah dari lima anak ini, berasal dari keluarga miskin. Diusianya lebih dari separoh abad, dia sengaja mencari nafkah sebagai Tukang Becak di wilayah Kecamatan Demak.

Bebrapa waktu ini, Sunarto sering mengeluh soal sakit di kepalanya. Pernah diperiksakan ke Puskesmas ternyata korban mengidap penyakit tekanan darah.

Menurut rekan seprofesi korban, yaitu Joko Lelono (50) warga Kampung Karangbayan Kelurahan Bintoro, ketika tensi darahnya tinggi, Sunarto kerap ditinggal tiduran. Mungkin akibat pusing dia oleng saat menyetir becak.

Saat jenasah korban akan dievakuasi, Joko sempat bingung. “Pak Sunarto ini dari keluarga miskin, nanti siapa yang akan membayar ongkos ambulancenya,” ucap Joko kepada petugas.

Setelah diyakinkan oleh Waka Polres, bila seluruh biaya ambulance akan ditanggung oleh pihak kepolisian, Joko mulai lega. Dia sendiri ikut mengantar jenasah Sunarto ke rumahnya di Desa Bunderan. (swi
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]