Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Kecelakaan Turun, Tapi Pelanggaran Lalulintas Meningkat

Kapolres Demak AKBP R Setijo Nugroho HHP didampingi Kasubag Humas AKP Sutomo. (HARSEM/SUKMAWIJAYA)
Demak-Dalam refleksi akhir tahun 2013 ini, diketahui angka kecelakaan lalulintas yang tercatat di Polres Demak, Jawa Tengah menurun. Namun penurunan tersebut tidak seimbang dengan kasus pelanggaran berlalulintas yang terjadi.

Menurut Kapolres Demak, Jawa Tengah AKBP R Setijo Nugroho HHP, peristiwa kecelakaan lalulintas di jalur pantura atau wilayah hukum Polres Demak pada tahun 2013, sebanyak 673 kejadian.

“Jumlah tersebut mengalami penurunan hingga 17,2 persen, dibanding peristiwa pada tahun 2012, yakni 813 peristiwa,” katanya saat jumpa pers di ruang kapolres, Senin (30/12).

Dari hasil evaluasi Sat Lantas, penurunan tersebut karena adnaya penataan sarana jalan yang mulai bagus, dan pada tahun ini tidak terjadi kondisi cuaca ekstrem yang menyebabkan pengendara kendaraan mengalami kecelakaan.



Dari data yang ada, human error masih menjadi penyebab tertinggi terjadinya kecelakaan lalulintas. Dengan rata-rata usia pengendara 25-40 tahun (usia produkstif). Padahal kendaraan yang terlibat kecelakaan, terbilang dalam kondisi masih baru atau berusia dua tahun.



Jalur Semarang-Demak merupakan jalur capek. Tak sedikit pengendara terlena dengan jalur yang lurus dan lebar, sehingga lengah karena mengantuk. Diminta kepada warga masyarakat untuk berhati-hati, ketika melintas di jalur Semarang-Demak.


Didampingi Kasubag Humas Polres Demak AKP Sutomo, kapolres menambahkan, kendati angka kecelakaan menurun namun tingkat pelanggaran berlalulintas meningkat.



Seperti, angka teguran yang dilakukan petugas mencapai 20.985, naik 16 persen dibanding  tahun 2012, sebanyak 11.829 teguran. Kasus tilang meningkat 36,7 persen, dari 18.688 kasus (2012) menjadi 24.957 kasus yang terjadi pada tahun 2013.



Sementara, pihaknya berusaha memberikan kesadaran berlalu lintas melalui berbagai sosialisasi, melalui sekolah-sekolah, atau safari kapolres di masjid-masjid pada Jumatan. Dalam kegiatan itu disampaikan pentingnya kesadaran berlalu lintas.


Diminta juga sosialisasi tersebut akan digethuk tularkan (disebarkan, red) kepada warga lain. Di sekolah, pihaknya sekaligus memberikan pengertian kepada para siswa, hanya siswa yang berusia 17 tahun keatas (Kelas 11 dan Kelas 12) dan sudah memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM) yang dibolehkan mengendarai motor. (swi)


PERISTIWA KECELAKAAN LALU LINTAS
Tahun
Kecelakaan
(kejadian)
Selesai Ditangani
Meninggal
(orang)
Luka Berat
(orang)
Luka Ringan
(orang)
2012
813
813
199
51
877
2013
673
592
130
38
760
Keterangan

Turun 17,2 %
Turun
27,2 %
Turun
34,7 %
Turun
25,5 %
Turun
13,3 %
                                                                                                           (Sumber : Polres Demak)


TEGURAN DAN PENILANGAN PELANGGARAN LALULINTAS
Tahun
Teguran
Tilang
2012
11.829
18.688 
2013
20.985
24.957
Keterangan
Naik 16 %
Naik 36,7 %
            (Sumber : Polres Demak)


 
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]