Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Batik Motif Bledeg Laris Manis

Hj Siti Aminah menunjukan batik motif Bledeg. (HARSEM/SUKMAWIJAYA)
Demak-Kain batik khas Demak, Jawa Tengah, bermotif bledeg laris dipasaran. Permintaan konsumen sampai di wilayah pulau Kalimantan dan Sulawesi.

Motif batik Bledeg memang cukup unik, berupa gambar kepala naga dengan mulut melebar yang tergambar secara abstraktif. Motif ini seperti menunjukan sebuah kewibawaan bagi yang memakainya.

Motif bledeg diadopsi dari sebuah ukiran pintu utama Masjid Agung Demak. “Kami mengadopsi ukiran pintu bledeg di Masjid Agung Demak untuk motif batik khas Demak ini,” ucap Hj Siti Aminah, pengusaha batik Kampung Krapyak RT 05 RW 12 Kelurahan Bintoro Demak.

Ukiran Bledg pada pintu masjid, konon adalah pemberian dari Ki Ageng Selo sebagai sumbangan untuk pintu utama masjid. Arti Bledeg terangkum dalam sajarah, bagaimana Ki Ageng Selo mampu menangkap Bledeg atau Petir yang merupakan sebuah cahaya.

Tapi kata menangkap Bledeg ini, merupakan kiasan bagaimana Ki Ageng Selo mantan Senopati Laga Majapahit merasa sakit hati, karena tidak diangkat menjabat Senopati Khusus pada Kasultanan Demak Bintara.

Sehingga Ki Ageng selo akan mengerahkan pasukannya untuk menyerang Kasultanan Demak Bintara, namun atas bujuk dan rayuan dari Adipati Pajang Hadiwijaya (Jaka Tingkir). Ki Ageng Selo mengurungkan niatnya, sehingga peristiwa tersebut diabadikan pada sebuah pintu masjid.

Dalam motif batik Bledeg sengaja disisipkan sisik Cakra yang merupakan lambang Kerajanan Demak Bintara, dengan gambar mirip kulit Bulus. Cakra ini menunjukan tahun saat Masjid agung demak direhap.

Menurut Aminah, pembuatan satu lembar kain batik cap dan tulis bermotif Bledeg, hanya membutuhkan waktu kurang dari sehari. Dirinya biasa menjual kain batik ini seharga Rp 125 ribu/lembar .

Selain motif Batik Bledeg, terdapat motif lain  yang laris dipasaran, yakni Batik ‘Sekar Jagad Demak’ dengan motif buah-buahan yang sering diminta oleh Pemda Kabupaten Kendari dan Makasar.

Batik tersebut oleh pemerintah setempat dijadikan baju seragam pada hari kerja. Dari upaya kerja sama dengan kabuaten lain ini, Aminah kerap dikunjungi konsumen untuk belajar membatik. Hingga pemerintah kabupaten lain mengutus dutanya untuk belajar membatik di galerinya. (swi)
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]