Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

RAPBD 2104 Digedog Akhir Tahun, PAD Meningkat 33,63 Persen


Mewakilli Bupati, Wabup Demak H Harwanto menandatangani pengesahan RAPBD 2014. (HARSEM/SUKMAWIJAYA)
Demak-RAPBD 2014 dapat disahkan pada akhir tahun 2013, Pendapatan Asli Daerah (PAD) mengalami peningkatan 33,63 persen, dari PAD tahun 2013 sebesar Rp 118,719 milyar, dalam RAPBD 2014 nilai PAD menjadi Rp 158,654 milyar

Berdasarkan hasil evaluasi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang tertuang dalam SK Gubernur nomor 910/374/2013 tanggal 24 Desember 2013, selanjutnya DPRD Demak menyatakan RAPBD 2014 disetujui untuk disahkan.

Bagian tak terpisahkan, persetujuan sekaligus melalui pendapat dan saran dari Badan Anggaran (Banggar) DPRD Demak nomor 10/BANGGAR.DPRD/2013 tanggal 27 Desember 2013, sehingga persetujuan RAPBD 2014 sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Dengan digedognya RAPBD 2014, sudah kali kedua Kabupaten Demak dapat melakukan pengesahan RAPBD pada akhir tahun sebelumnya. Pada tahun ini, DPRD sepakat tetap konsisten bersama Pemkab melaksanakan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS).

Seperti, KUA PPAS dalam pendapatan daerah terdapat perbedaan sebesar Rp 7,110 milyar, dan dalam belanja daerah terdapat perbedaan Rp 19,044 milyar, selanjutnya DPRD serta Pemkab sepakat tetap konsisten mulai dari KUA PPAS sampai dengan RAPBD 2014.

“Dalam pembahasan RAPBD 2014, sekaligus disinggung Pemkab tetap mendukung sebelas prioritas pembangunan nasional dan tiga prioritas bidang lain,” kata Ketua DPRD Demak H Muchlasin. Pelaksanaan prioritas itu, mencapai Rp 1,425 triliun atau 100 persen total RAPBD 2014.

Sebelas prioritas meliputi, reformasi birokrasi dan tata kelola senilai Rp 258,030 milyar (18,70 persen dari total RAPBD 2014), pendidikan  Rp 581,098 milyar (40,77 persen), kesehatan Rp 164,693 milyar (11,55 persen), penanggulangan kemiskinan Rp 27,229 milyar (1,91 persen), ketahanan pangan Rp 42,056 milyar (2,95 persen), dan Infrastruktur Rp 281,309 milyar (19,73 persen)

Melaksanakan juga prioritas, iklim investasi dan iklim usaha sebesar Rp 22,494 milyar (1,60 persen), energi Rp 18,924 milyar (1,33 persen), lingkungan hidup dan pengelolaan bencana alam Rp 12,575 milyar (0,88 persen), daerah tertinggal-terdepan-terluar-pasca konflik Rp 11,799 milyar (0,83 persen) serta kebudayaan-kreatifitas-inovasi tehnologi Rp 5,232 milyar (0,37 persen).

Sedang tiga prioritas lain, yakni bidang politik, hukum dan keamanan, perekonomian, serta kesejahteraan sudah terakomodir dalam angaran di sebelas prioritas pembangunan nasional. 

Pendapatan Naik
Target pendapatan di RAPBD 2014 mengalami kenaikan sebesar Rp 16,377 milyar atau 1,22 persen dsri pendapatan tahun sebelumnya.  Target pendapatan daerah ini akan disesuaikan dengan potensi riil sumber pendapatan yang ada.
Untuk pendapatan daerah pada Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 74,599 milyar akan disesuaikan dengan hasil evaluasi Gubernur Jateng, pelaksanaannya akan mengacu pada perundangan yang berlaku.

Dalam anggaran belanja, Pemkab tetap konsisten untuk urusan kesehatan minimal 10 persen dari total belanja diluar gaji atau Rp 72,998 milyar, sesuai dengan amanat pasai 171 ayat (2) UU nomor 36 tahun 2009.

Untuk alokasi urusan belanja modal, sekurang-kurangnya 30 persen atau Rp 427,633 milyar dari total belanja daerah, sehingga bisa sesuai dengan amanat Perpres nomor 5 tahun 2010 tentang RPJMN tahun 2010-2014.

Selanjutnya disiapkan anggaran  penyediaan jasa Pegawai Non PNS dengan tiga nomor rekening dan tiga anggaran masing-masing sebesar, Rp 5,291 milyar, Rp 559,200 juta, dan Rp 1,092 milyar. Dengan kegiatan yang sama pada SKPD lainnya. Sehingga kegiatan tersebut sesuai dengan butir III.2.b.2 lampiran Permendagri nomor 27 tahun 2013.

Untuk SiLPA (sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya), semula Rp 71,223 milyar akan diuraikan dalam obyek, dan rincian penerimaan pembiayaan berpedoman pada lampiran A.IX.a Permendagri nomor 13 tahun 2006 sebagaimana telah diubah pada Permendagri 21 tahun 2011.

Penyertaan modal (investasi) Pemda sebesar Rp 7,050 milyar tidak melampaui, dan sudah sesuai dengan Perda  tentang penyertaan modal, atau sesuai dengan kolom penjelasan pada amanat pasal 102 ayat (2) Permendagri nomor 13 tahun 2006 atau Permendagri 21 tahun 2011. (swi) 

TABEL RINGKASAN PENDAPATAN APBD 2014 DEMAK
Nomor Urut
Uraian
Jumlah (Rp)
1
2
3
1.
1.1.
1.1.1.
1.1.2.
1.1.3.
1.1.4.
1.2.
1.2.1.
1.2.2.
1.2.3.
1.3.
1.3.3.

1.3.4.
1.3.5.

PENDAPATAN
Pendapatan Asli Daerah
Hasil Pajak Daerah
Hasil Retribusi Daerah
Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan
Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah
Dana Perimbangan
Dana Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak
Dana Alokasi Umum
Dana Alokasi Khusus
Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah
Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah lain
Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus
Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemerintah Daerah lain
Jumlah PENDAPATAN   
1.361.270.830.000,00
158.654.138.000,00
47.878.345.000,00
41.559.293.000,00
7.755.000.000,00
61.461.500.000,00
920.067.580.000,00
49.593.162.000,00
795.874.748.000,00
74.599.670.000,00
282.549.112.000,00

52.684.980.000,00
158.487.232.000,00

71.376.900.000,00
1.361.270.830.000,00

TABEL RINGKASAN BELANJA DAERAH APBD 2014 DEMAK
Nomor Urut
Uraian
Jumlah (Rp)
1
2
3
2.
2.1.
2.1.1.
2.1.4.
2.1.5.
2.1.6.

2.1.7.

2.1.8.
2.2.
2.2.1.
2.2.2.
2.2.3.
BELANJA DAERAH
Belanja Tidak Langsung
Belanja Pegawai
Belanja Hibah
Belanja Bantuan Sosial
Belanja Bagi Hasil kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa 
Belanja Bantuan Keuangan kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa 
Belanja Tidak Terduga
Belanja Langsung
Belanja Pegawai
Belanja Barang dan Jasa
Belanja Modal
Jumlah BELANJA
Surplus (Defisit)
1.425.444.489.000,00
843.861.594.000,00
695.461.259.000,00
82.866.810.000,00
4.224.025.000,00

1.072.000.000,00

58.237.500.000,00
2.000.000.000,00
581.582.895.000,00
48.915.865.300,00
227.860.651.950,00
304.806.377.750,00
1.425.444.489.000,00
(64.173.659.000,00)

TABEL RINGKASAN PEMBIAYAAN APBD 2014 DEMAK
Nomor Urut
Uraian
Jumlah (Rp)
1
2
3
3.
3.1.
3.1.1.


3.2.
3.2.2.


3.3.
PEMBIAYAAN DAERAH
Penerimaan Pembiayaan Daerah
Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran Sebelumnya
Jumlah Penerimaan Pembiayaan
Pengeluaran Pembiayaan Daerah
Penyertaan Modal (Investasi) Pemerintah Daerah
Jumlah Pengeluaran Pembiayaan
Pembiayaan Neto
Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan (SILPA)  
64.173.659.000,00
71.223.659.000,00

71.223.659.000,00
71.223.659.000,00
7.050.000.000,00
7.050.000.000,00
7.050.000.000,00
64.173.659.000,00
-

Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]