Home » , » Kecamatan Banyumanik

Kecamatan Banyumanik

Written By Harian Semarang on Rabu, 25 November 2009 | 01.31

Tiap RW Miliki Bapak Asuh

Kecamatan Banyumanik berada di ujung Selatan Kota Semarang. Kawasan ini tergolong dataran tinggi, sehingga menjadikan kawasan ini memiliki pula nilai estetis yang tinggi. Tak ayal, dengan adanya pemandangan yang bagus, iklim suhu yang nyaman serta lokasi-lokasi yang tenang membuat kawasan ini banyak berdiri perumahan.

Selain perumahan, di kawasan Banyumanik juga banyak terdapat pabrik dan usaha lain yang tumbuh berkembang di daerah ini. Kecamatan seluas 2.800 hektar tersebut terdiri dari sebelas kelurahan. Di ujung selatan ada Kelurahan Pudak Payung, Gedawang dan Banyumanik. Sebelah utara, Kelurahan Padangsari dan Srondol Kulon, paling timur kelurahan Jabungan dan Pedalangan. Sedang sebelah barat Kelurahan Ngesrep dan Tinjomoyo. Serta Kelurahan Sumurboto yang jadi ibu kota Kecamatan Banyumanik.

Dari Bawah
Saat ini Suciarso Jarot, Camat Kecamatan Banyumanik sedang menggalakkan program bottom up planning dari warga. “Berawal dari musrenbang di tingkat RT/RW, kemudian diajukan dalam rapat musrenbangkel tingkat kelurahan, kecamatan, dan kita ajukan ke tingkat kota,” jelasnya, saat ditemui di kantor Kecamatan Banyumanik, belum lama ini.

Untuk pembangunan sesuai dengan prioritas kelurahan. Dana kontingensi yang diajukan warga digunakan untuk sarana fisik perbaikan lingkungan, seperti perbaikan jalan, pavingisasi dan pembangunan tempat ibadah seperti mushola atau masjid.

Selain bidang pembangunan, Suciarso juga sedang mengembangkan program kemasyarakatan. Seperti program dari walikota ‘Semarang Bergandeng Tangan’. “Dalam forum RT/RW, kita minta di masing-masing RW memiliki Bapak Asuh untuk membantu warga yang kurang mampu,” katanya.

Program ini sudah dilakukan di beberapa kelurahan, seperti Tinjomoyo, Banyumanik, dan Padangsari. Sangat disayangkan program yang bertujuan untuk membantu sesama ini belum menyeluruh dilakukan di seluruh kelurahan yang ada di Banyumanik.

Meskipun begitu, pihak kecamatan akan memantapkan lagi program itu. Program tersebut memang belum maksimal, karena hasil konfirmasi dengan ketua RW atau tokoh masyarakat setempat, banyak warga yang sebenarnya memerlukan uluran tangan, tidak mau diberi bantuan.

Potensi Olahraga
Mayoritas masyarakat Kecamatan Banyumanik memiliki potensi di bidang olahraga. Jangan diragukan lagi, tim voli Kecamatan Banyumanik sering menjuarai beberapa perlombaan yang diadakan di tingkat Kota Semarang, seperti Juara I Lomba Bola Voli Tingkat Kota tahun 2009. Kebanyakan warga yang berpotensi berasal dari Kelurahan Pudak Payung.

Tidak hanya bola voli namun cabang olahraga lain juga ikut mengharumkan nama Kecamatan Banyumanik. Salah satunya cabang karate. Ada salah satu warga Pudak Payung yang sudah ikut pertandingan karate di tingkat pusat.

“Banyak warga kami yang memiliki potensi bidang olahraga, namun saya mau menggalakkan semuanya terasa berat karena dananya masih bersifat mandiri,” kata Suciarso Jarot. Kegiatan yang rutin tiap tahunnya digelar di kecamatan ini, turnamen bulutangkis memperebutkan piala bergilir Camat Banyumanik. Selain itu olahraga tenis juga banyak diminati warga mulai dari kalangan tua, muda, dan remaja.

Tradisi apitan
Tradisi yang berlangsung turun temurun yang tidak pernah dilupakan oleh warga setempat, yaitu sedekah bumi atau apitan, setiap tahun, dengan menggelar wayang kulit semalam suntuk.
Dari sebelas kelurahan yang masuk dalam kecamatan Banyumanik, sembilan kelurahan selalu mengadakan, hanya kelurahan Jabungan dan Ngesrep yang tidak melakukannya.

Pelaksanaan sedekah bumi yang terasa ramai di Kelurahan Pudak Payung. Empat dukuh di kelurahan itu, semuanya mengadakan sedekah bumi. “Penyelenggaraan wayang juga mereka adakan sendiri di masing-masing dukuh. Bisa dibilang kondisi warganya sudah mampu serta memiliki rasa guyublah. Karena apa pun kalau ditanggung bersamasama akan terasa ringan,” tuturnya.

Tradisi sedekah bumiini ungkapan rasa syukur warga terhadap karunia yang telah diberikan Tuhan. Kebudayaan ini perlu dilestarikan. Menurut Suciarso, hanya Kecamatan Banyumanik yang kelurahannya banyak mengadakan tradisi Apitan dibanding dengan kecamatan lain. (wara-harian semarang)

___________
Dipersilahkan jika ingin mengcopy dan menyebarluaskan artikel pada blog ini dengan tujuan untuk kemaslahatan bersama dan bukan untuk disalahgunakan. Namun perlu diingat, wajib menyertakan penulis/sumber blog ini
http://hariansemarangbanget.blogspot.com. (terima kasih).
Share this article :

Poskan Komentar

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. HARIAN SEMARANG - Semarang Banget - All Rights Reserved
Template Created by Mas Fatoni Published by Tonitok
Proudly powered by Blogger