Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Rukuh

Catatan Moh Ichwan
Wartawan Harsem

Saya terima nikahnya Fatimah binti Husain dengan mas kawin seperangkat alat sholat, tunai.

KALIMAT akad nikah itu begitu lancar diucapkan calon mempelai laki-laki sambil bersalaman dengan wali pengantin perempuan atau naib (penghulu). Di hadapannya, para tetua kampung, keluarga dan kerabat kedua mempelai, serta pak modin atau pembantu pencatat nikah dari KUA.

Dengan duduk lesehan, biasanya, si pengantin perempuan mengenakan kerudung putih, tersipu dan tertunduk malu saat suaminya yang baru saja disahkan, dia salami tangannya. Lalu tangan sang suami dicium sebagi tanda patuh dan sayang sepenuh jiwa raga.

Amboi... betapa indahnya. Dunia serasa berhenti berputar. Antara senang, bahagia, tegang, dan deg-degan. Saat dua insan berbeda jenis kali pertama bersentuhan, yang sebelumnya haram menjadi halal, oh... betapa mengesankan. Takkan terlupa selamanya.

Seperangkat alat sholat yang jadi mahar (mas kawin), sungguh istimewa. Rukuh putih bersih, mushaf Alquran, sajadah, tasbih, dan sarung, diwadahi kotak berlapis kain warna nan kinclong. Betapa berharganya. Seperangkat alat sholat yang amat bermakna.

Ia menjadi simbol kesucian cinta sang suami. Lambang ketulusannya menikahi. Bermakna pula ajakan untuk hidup dalam naungan cahaya agama. Melalui sholat yang akan ditegakkan bersama. Di malam-malam nan mesra. Membentuk keluarga sakinah, mawaddah wa rohmah. Menciptakan rumah yang serasa surga (baiti jannati).

Bagi wanita, rukuh atau mukena adalah alat utama untuk sholat. Ia menjadi busana wajib bagi muslimah, khususnya ketika beribadah. Karena sifat dan fungsinya sempurna menutupi aurat. Hanya menyisakan wajah dan dua telapak tangan yang terlihat. Persis sesuai tuntunan syariat.

Zaman dulu, terutama di desa, rukuh memang benda keramat. Serba terhormat. Seringkali satu rumah hanya punya satu. Habis dipakai ibu, gantian dipakai anak perempuan. Bukan karena miskin, tapi penjual atau pembuatnya memang tidak ada. Semua rukuh ukuran dewasa.

Baru di zaman modern saja ada yang memproduksi rukuh untuk anak-anak. Dan ini tentu patut disyukuri. Lalu, seiring dengan berkembangnya mode busana muslimah, rukun ikut mendapat sentuhan perancang.

Kini, kita lihat rukuh bermacam warnanya. Tak melulu putih seperti dulu. Ada warna biru, ijo, merah, ungu, cokelat, kuning, juga pink. Fungsinya masih untuk sholat, tapi bentuk dan coraknya punya tren. Aneka asesoris dilekatkan padanya. Sehingga dipamerkan pula dalam peragaan busana.

Tak bisa ditolak, sakralitas mukena terasa menurun. Karena ia bagian dari pakaian, yang punya mode dan gaya. Sebatas turun harkat sih tak apa. Yang repot jika disalahgunakan.

Cobalah ikuti budaya jalan-jalan pagi di bulan Ramadan ini. Tahan mata Anda untuk tidak tidur usai sholat subuh. Di kawasan Simpanglima, Tugu Muda, Tri Lomba Juang, sekitar kampus atau lokasi pantai, banyak sekali anak-anak muda (dan dewasa) yang jogging. Istilahnya JJS; jalan-jalan subuh. Kebanyakan berkelompok seperti satu genk. Yang istirahat pun bergerombol.

Banyak di antara mereka masih mengenakan mukena. Setidaknya bagian atasnya mengenakan kerudung mukena. Sedang rok rukuh bawahannya dilempit bersama sajadah lantas dikempit di tangan. Tampak sekali kalau mereka habis sholat subuh. Usai berjumpa dengan Allah. Telah pula mendengar ceramah yang disebut kuliah tujuh menit.

Namun banyak di antara muda-mudi itu menggunakan kesempatan JJS untuk berbuat maksiat. Momennya untuk mencari pasangan atau setidaknya main lirik-lirikan. Sedangkan yang telah berpasangan, lebih tepatnya yang berstatus pacar, memadu kasih saat JJS.

Begitu banyaknya yang melakukan hal itu, sampai muncul istilah ”asmara subuh.” Yakni asmara yang terjalin atau dilakukan pada subuh hari. Di berita koran kita sering mendengar ada yang konangan melakukan hubungan badan alias zina. Hiiii... ngeri. Astaghfirullahal adhim. Naudzubillahi min dzalik.

Kalau begitu keadaannya, suasana nikah di awal tulisan ini hanya jadi kisah zaman baheula. Karena banyak perkawinan sekarang yang dilaksanakan tergesa-gesa atau terpaksa. Serbarahasia dan mendadak. Demi menutupi aib karena si perempuan telah hamil duluan. Maried by accident alias MBA.

Selamat berpuasa. Selamat mencegah nafsu birahi di pagi hari.***
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]