Walikota ‘Ngeruk’ Saluran
Kawasan Simpang Lima Setahun dibiarkanWALIKOTA Soemarmo mulai merealisasikan janji-janji masa kampanyenya untuk meminimalisasi banjir dan menata wajah Kota Semarang. Yaitu dengan melakukan pengerukan
saluran di kawasan Simpanglima dan Jalan Pahlawan yang menjadi wajah kota.
Seperti yang terlihat, Kamis (5/8) pagi kemarin, ia turun lapangan sendiri memimpin proses pengerukan saluran di Jalan Pahlawan, tepatnya di depan eks Mal Ramayana. Tak pelak, saluran yang sudah bertahun-tahun tak dikeruk itu, dipenuhi sampahsampah yang sebetulnya cukup mustahil keberadaannya lantaran di tengah perkotaan.
saluran di kawasan Simpanglima dan Jalan Pahlawan yang menjadi wajah kota.
Seperti yang terlihat, Kamis (5/8) pagi kemarin, ia turun lapangan sendiri memimpin proses pengerukan saluran di Jalan Pahlawan, tepatnya di depan eks Mal Ramayana. Tak pelak, saluran yang sudah bertahun-tahun tak dikeruk itu, dipenuhi sampahsampah yang sebetulnya cukup mustahil keberadaannya lantaran di tengah perkotaan.
Dengan berbagai perlengkapan, termasuk menggunakan alat berat backgoe, Soemarmo memimpin proses bersih-bersih saluran. Keberadaan sampah yang memenuhi saluran di kawasan Simpanglima dan Jalan Pahlawan inilah yang disinyalir menjadi penyebab utama terjadinya banjir di kawasan tersebut setiap kali hujan deras mendera. Sampah-sampah tersebut menyumbat saluran sehingga aliran air menjadi tersendat.
Bersama beberapa petugas dari Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Energi Sumber Daya Mineral (PSDA ESDM) Kota Semarang, Soemarmo tampak serius mengamati setiap sampah demi sampah yang dikeruk dari dalam saluran. “Lihat saja sendiri, banyak kotoran sampah yang ada di saluran. Inilah yang menyebabkan saluran tersumbat hingga menyebabkan Jalan Pahlawan dan Simpanglima banjir setiap kali turun hujan,” tuturnya.
Soemarmo menegaskan, langkah pembersihan saluran air ini sebagai bentuk antisipasinya terhadap banjir yang melanda Jalan Pahlawan dan Simpanglima pada musim penghujan. Apalagi berdasarkan laporan dari Dinas PSDA ESDM, daerah Simpanglima dan Jalan Pahlawan sudah satu tahun ini tidak dikeruk saluran airnya. Sehingga pantas saja salurannya banyak kotoran sampah.
Sebenarnya kedalaman saluran di kedua tempat itu sampai dua meter, namun karena banyaknya kotoran sampah dan lumpur yang ada, membuat kondisi eksisting kedalaman saluran hanya tinggal beberapa centimeter saja.
Dalam kesempatan itu Walikota juga meminta agar renovasi eks bangunan Ramayana yang berada di pojok antara Jalan Pahlawan dan Simpanglima untuk dibongkar. “Ini harus dibongkar, nanti harus mengikuti desain yang sudah kita rencanakan,” tukasnya.
Untuk mempercantik tata wajah kota sebagaimana arahan dari Gubernur Bibit Waluyo, Soemarmo memang akan memulainya dari kedua kawasan tersebut. Walikota mengimbau seluruh masyarakat untuk melakukan kerja bakti membersihkan lingkungannya masingmasing,
termasuk tempat-tempat ibadah, pada Minggu (8/8) lusa.
Sementara itu Kepala PSDA ESDM Kota Semarang Fauzi mengatakan, total panjang saluran air yang ada di Jalan Pahlawan dan Kawasan Simpanglima mencapai enam kilometer. Dan secara bertahap saluran air di kedua tempat itu akan terus dibersihkan dengan melakukan pengerukan terhadap kotoran sampah dan lumpurnya. Ia menargetkan, proses pengerukan baru akan selesai semua pada Desember 2010.
Menurut Fauzi, penyebab utama banyaknya sampah yang memenuhi saluran di kawasan Jalan Pahalawan dan Simpanglima adalah keberadaan PKL-PKL yang ada di sepanjang jalan itu. Pasalnya, para PKL ini sembarangan dalam membuang sampah-sampah dagangannya. Bahkan, para pedagang membuat lubang-lubang sendiri yang ujungnya ke saluran guna membuang sampah. (abas)
Bersama beberapa petugas dari Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Energi Sumber Daya Mineral (PSDA ESDM) Kota Semarang, Soemarmo tampak serius mengamati setiap sampah demi sampah yang dikeruk dari dalam saluran. “Lihat saja sendiri, banyak kotoran sampah yang ada di saluran. Inilah yang menyebabkan saluran tersumbat hingga menyebabkan Jalan Pahlawan dan Simpanglima banjir setiap kali turun hujan,” tuturnya.
Soemarmo menegaskan, langkah pembersihan saluran air ini sebagai bentuk antisipasinya terhadap banjir yang melanda Jalan Pahlawan dan Simpanglima pada musim penghujan. Apalagi berdasarkan laporan dari Dinas PSDA ESDM, daerah Simpanglima dan Jalan Pahlawan sudah satu tahun ini tidak dikeruk saluran airnya. Sehingga pantas saja salurannya banyak kotoran sampah.
Sebenarnya kedalaman saluran di kedua tempat itu sampai dua meter, namun karena banyaknya kotoran sampah dan lumpur yang ada, membuat kondisi eksisting kedalaman saluran hanya tinggal beberapa centimeter saja.
Dalam kesempatan itu Walikota juga meminta agar renovasi eks bangunan Ramayana yang berada di pojok antara Jalan Pahlawan dan Simpanglima untuk dibongkar. “Ini harus dibongkar, nanti harus mengikuti desain yang sudah kita rencanakan,” tukasnya.
Untuk mempercantik tata wajah kota sebagaimana arahan dari Gubernur Bibit Waluyo, Soemarmo memang akan memulainya dari kedua kawasan tersebut. Walikota mengimbau seluruh masyarakat untuk melakukan kerja bakti membersihkan lingkungannya masingmasing,
termasuk tempat-tempat ibadah, pada Minggu (8/8) lusa.
Sementara itu Kepala PSDA ESDM Kota Semarang Fauzi mengatakan, total panjang saluran air yang ada di Jalan Pahlawan dan Kawasan Simpanglima mencapai enam kilometer. Dan secara bertahap saluran air di kedua tempat itu akan terus dibersihkan dengan melakukan pengerukan terhadap kotoran sampah dan lumpurnya. Ia menargetkan, proses pengerukan baru akan selesai semua pada Desember 2010.
Menurut Fauzi, penyebab utama banyaknya sampah yang memenuhi saluran di kawasan Jalan Pahalawan dan Simpanglima adalah keberadaan PKL-PKL yang ada di sepanjang jalan itu. Pasalnya, para PKL ini sembarangan dalam membuang sampah-sampah dagangannya. Bahkan, para pedagang membuat lubang-lubang sendiri yang ujungnya ke saluran guna membuang sampah. (abas)

Post A Comment
No comments :
Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.