Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Berburu Sedekah, Gepeng Bertambah

GELANDANGAN dan pengemis (gepeng) dipastikan bertambah. Setidaknya satu hari menjelang hingga tiga hari setelah Lebaran. Tujuan mereka datang ke Kota Semarang, khususnya ke pusat kota, tidak lain lantaran memang ingin mengais rezeki dari orang-orang yang berniat menyedekahkan hartanya kepada orang-orang yang tidak mampu seperti mereka.

Rata-rata gepeng yang berkumpul di Kota Semarang datang dari pinggiran, bahkan hingga ada yang dari luar Kota Lunpia, seperti Temanggung, Boyolali, Kendal, Demak, dan beberapa kota lainnya.

Peredaran para gepeng yang mengemis kepada orangorang yang lewat selama hari Lebaran terkesan memang sudah direncanakan. Ini terlihat dari aktivitas mereka yang selalu berpindah tempat mengikuti tempat keramaian yang dipadati orang-orang.

Seperti pada hari pertama Lebaran, Jumat (10/9), tepatnya di beberapa lapangan yang digunakan sebagai tempat sholat Id, di setiap pinggiran trotoar atau tepian jalan, pasti bisa dijumpai sejumlah gepeng yang duduk menunggu sambil menyorongkan tangan mereka.

Yang sangat mencolok adalah di Lapangan Pancasila, Simpanglima. Begitu sholat Id usai, beberapa gepeng yang sudah menunggu sejak pagi hari tak sungkan-sungkan berbaur ke tengah-tengah jamaah untuk meminta uang sedekah.

Usai ber-“operasi” di tengah jamaah sholat Id, para gepeng pun berpindah tempat menyerbu beberapa pemakaman umum yang ramai dikunjungi para peziarah. Di Taman Makam Pahlawan, Jalan Sriwijaya, Semarang, misalnya, terlihat beberapa gepeng tampak bergerombol di gerbang pintu masuk makam.

Yang juga tak luput didatangi para gepeng adalah TPU Bergota. Di area pemakaman tertua di Kota Semarang ini, usai sholat Id pasti dipenuhi para gepeng yang duduk berjejer mulai dari jalan masuk hingga ke tengah pemakaman.

Dari tempat sholat Id dan pemakaman umum, tepat tengah hari bolong, para gepeng mulai menyerbu masjid-masjid yang menggelar sholat Jumat. Masjid Baiturrahman, Simpanglima, menjadi tempat favorit para gepeng mengemis sedekah.

Tak hanya di tempat-tempat tersebut, para gepeng juga mendatangi beberapa obyek wisata yang ada di Kota Semarang, seperti di Taman Hiburan Wonderia Jalan Sriwijaya, Kelenteng Sam Poo Kong, Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Taman Margasatwa/Bonbin Mangkang, dan lainlain.

Meski jumlahnya tak begitu banyak, kehadiran mereka dirasakan mengurangi kenyamanan pengunjung yang sedang menikmati liburan.

Selain di beberapa obyek wisata, sejumlah titik lampu merah di Kota Semarang juga menjadi tempat mangkal para gepeng. Kebanyakan dari mereka beroperasi di sejumlah traffic light yang ada di jalur utama yang dilewati para pemudik. (hery priyono-harian semarang)
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]
Create gif animations. Loogix.com. Animated avatars. Animated avatar. Motley Animated avatar. Gif animator. Animated avatar. Gif animator. Zoom Gif animator. Motley Create gif animations. Zoom Animated avatar. Movie Create gif animations. Gif animator. Zoom Animated avatar. Loogix.com. Animated avatars. Negative Animated avatar. Zoom Rumah Zakat Animated avatar. Negative Babyface, Harian Semarang liquid executive club, tonitok rendezvous