Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Calon TKW Disandera

Siti Nur Faizah, seorang calon tenaga kerja wanita (TKW) yang masih di bawah umur, menjadi korban penyanderaan PT Mitra Sinergi Sukses Semarang. Pihak keluarga yang merasa belum memberikan izin, gagal menjemput Siti karena dihalangi petugas Satpam.

Oleh Wikha Setiawan, Teguh Argari Bisono

KASUS yang menimpa calon TKW terjadi di Semarang. Siti Nur Faizah (13), warga Batursari, Demak, disandera PT Mitra Sinergi Sukses yang menampungnya untuk dipekerjakan di luar negeri.

Keluarga dilarang mengambilnya, dengan alasan belum melunasi uang jaminan. Fauzi (50), ayah anak baru gede (ABG) itu, dengan ditemani empat orang kerabatnya kemarin siang mendatangi lokasi perusahaan yang berada di Jalan Muradi Raya 33 Semarang itu. Kedatangan Fauzi bermaksud meminta perusahahan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) itu untuk segera memulangkan Siti yang sudah hampir tiga minggu berada di perusahaan tersebut.

Namun, hal itu tidak mendapat respon yang positif dari pihak perusahaan. Mereka mendapat halangan dari Satpam dan tidak diperkenankan masuk. “Maaf, bapak pimpinan sedang berada di luar kota,” kata sang Satpam.

Meski begitu, pihak keluarga tetap bersikukuh meminta korban untuk diserahkan kembali. Bahkan pihak keluarga pun tidak diperkenankan bertemu dengan korban meski hanya untuk memastikan kondisinya. Atas hal itu, akhirnya terjadilah cekcok antara kedua belah pihak. Lantaran kelimpungan mengatasi masalah ini, kemudian Satpam memanggil seorang staf wanita. “Jangan memaksa, pimpinan sedang tidak ada di tempat dan saya tidak punya wewenang dalam hal ini,” katanya.

Mengetahui hal itu, ayah korban terlihat menangis di depan pagar yang masih terkunci rapat. Namun, pihak perusahaan kembali masuk ke dalam serta membiarkan keluarga korban begitu saja. “Aku pingin Siti wangsul (pulang, red),” tutur Fauzi.

Menurut keterangan saksi, Agung (35), salah satu kerabat korban, bermula saat korban diajak oleh dua orang petugas lapangan, Yopi dan Wahyudi, warga Watunganten, Pucang Gading ke Jakarta untuk dijadikan TKW ke Singapura. “Namun tidak ada izin dari ayah Siti,” ujarnya kepada Harsem.

Tiga Kali
Sementara itu, pihak keluarga sudah tiga kali mendatangi kantor jasa ketenagakerjaan Indonesia ini untuk meminta Siti supaya dikembalikan kepada keluarganya. Setelah itu, pihaknya dijanjikan jika korban bisa dijemput kemarin. Namun, ternyata lagi-lagi gadis di bawah umur ini masih ditahan dan tak bisa dibawa pulang.

Selain itu, kata Agung, pihak PT Mitra Sinergi Sukses pernah menunjukkan bukti berupa surat izin yang ditandatangani orangtua korban. “Padahal orangtuanya tidak pernah membuat surat izin apa pun, dan di surat tersebut usia korban menjadi lebih tua, yakni 23 tahun,” kata Agung.

Fauzi juga menambahkan, ia pernah dimintai tebusan uang senilai Rp 2 juta oleh Yopi dan Wahyudi untuk bisa membawa pulang anaknya. “Duitnya siapa, wong keluarga Pak Fauzi itu miskin, mas,” lanjutnya.

Diduga ibu Siti, Wakinah, sudah menerima uang dari kedua orang petugas lapangan tersebut. Namun sampai sekarang Wakinah justru menghilang entah kemana.

Kini, upaya dari keluarga Siti tak membuahkan hasil. Korban masih disandera dan tidak diperbolehkan menjumpai ayahnya. Perusahaan meminta uang ganti rugi Rp 900 ribu, namun baru bisa diberi Rp 600 ribu, sehingga tak diperbolehkan pulang.

Gagal membawa pulang Siti, keluarga Fauzi lantas melaporkan kasus tersebut ke Polrestabes Semarang. Namun karena tempat tinggal keluarga Fauzi berada di Demak, petugas Polrestabes menyarankan Fauzi untuk melapor ke Polres Demak. (sae)
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

No comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]