Home » , , , » Candisari dan Kuripan Gropyokan Tikus

Candisari dan Kuripan Gropyokan Tikus

Written By Sena on Senin, 18 Juni 2012 | 14.01


TENTENG TIKUS: Sekcam Mranggen Indarto Widodo (kiri) dan Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Demak Wiwin Edi Widodo menenteng bangkai tikus hasil gropyokan. (HARSEM/SUKMA WIJAYA)


DEMAK-Memasuki masa tanam kedua (MT II), ratusan warga Desa Candisari Mranggen melaksanakan gropyokan tikus. Hama tikus sangat merugikan produktifitas pangan di wilayah Demak Selatan.

RATUSAN warga membanjiri areal persawahan seluas 15 hektar, kemarin. Mereka berkelompok mencari lubang persembunyian binatang pengerat itu. Sebagian membawa pacul, parang, dan obat mercon hasil bantuan dari Dinas Pertanian Demak.

Seusai memberi pengarahan sisten kerja dari alat asap (racun) tikus, Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Demak Wiwin Edi Widodo memimpin perburuan. Diawali di lokasi persawahan dekat tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Desa Candisari.

"Kita cek langsung. Gropyokan di Candisari sekalian untuk memastikan populasi tikus di wilayah ini,” kata Wiwin didampingi Sekcam Mranggen Indarto Widodo. Petani bertugas mencari lobang tikus (sarang) dan sebagian memasukan mercon asap ke sarang tikus.

Racun asap dari belerang ternyata cepat mematikan tikus. Serbukti berselang lima menit, petani langsung membongkar lubang tanah dan sudah ditemukan belasan bangkai tikus dalam kondisi lemas.

Sekcam Indarto menambahkan, kalau bisa gropyokan dilakukan secara terpadu atau serentak di seluruh desa dalam waktu yang bersamaan. “Karena petani kurang memperhatikan waktu serang tikus dalam masa tanam, sebaiknya Dinas Pertanian memprakarsai kapan waktu tepat dimulainya gropyokan tikus,” pintanya.

Warga sangat berterima kasih dengan turunnya bantuan obat tikus, mereka berharap dari gropyokan tikus bisa memutus populasi tikus yang sangat luar biasa. 

“Semula untuk mengantisipasi tikus, kami menggunakan jebakan tikus yang dialiri listrik dari genzet, sekarang cara itu sudah dilarang karena telah menelan korban jiwa,” kata Ketua Kelompok Tani Desa Candisari 'Dadimulya'. 

Di Desa Candisari, yang terserang hama tikus hanya di Dukuh Sili dekat TPA. Perdukuhan lain tidak. Petani menduga kedatangan kawanan tikus ada hubungannya dengan TPA Candisari.

“Luas lahan pertanian Desa Candisari mencapai 248 hektar. Karena pola tanam tadah hujan, kemungkinan penyerangan hama tikus cukup tinggi," kata Kades Candisari Sopian. 

Sebelumnya hama tikus tidak ada, namun sejak tahun 2008, kawanan tikus kerap datang ketika MT II dan rata-rata hama tikus telah merusak tanaman pangan antara 20 persen sampai 30 persen luas tanam di Desa Candisari.

Anjing Pemburu
Gerakan gropyok tikus, jumat juga dilaksanakan di areal persawahan di Dukuh Semengko Desa Kuripan Karangawen. Selain menggunakan obat tikus, gropyokan juga dilakukan menggunakan anjing pemburu.

Anjing mengejar tikus-tikus yang berlarian ketika rumahnya dibongkar petani. Sebanyak 8 ekor anjing pemburu milik warga setempat ini cukup cekatan, cepat menangkap tikus dan melumpuhkannya dengan sekali gigit.

Hadir dalam gropyokan, Camat Karangawen Yulianto, Danramil Karangawen Kapt Inf. Subardan dan Kasi Produksi Padi Palawija Dinas Pertanian, Yatmo. 

Menurut Yatmo, hama Tikus belum merusak semua tanaman di Desa Kuripan, hanya 5 persen tingkat kerusakannya. “Penggunaan anjing masih kurang efektif. Dinas Pertanian menyarankan para petani membudidayakan populasi burung hantu jenis Tito Alba,” katanya. 

Tito Alba merupakan pemburu tikus alami yang sangat efektif. Di beberapa sawah sudah dibangun pagupon sarang Tito Alba. (swi/16)

Share this article :

Poskan Komentar

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. HARIAN SEMARANG - Semarang Banget - All Rights Reserved
Template Created by Mas Fatoni Published by Tonitok
Proudly powered by Blogger