Home » , , » Dipakai Juratman Berburu Babi Dikira M16, Ternyata Senjata Rakitan

Dipakai Juratman Berburu Babi Dikira M16, Ternyata Senjata Rakitan

Written By Nana Rosalina on Selasa, 20 November 2012 | 09.36

SENJATA API: Juratman (54), warga Kecamatan Karangrayung menunjukkan senjata api laras panjang rakitan beserta belasan butir peluru di ruangan Kasat Reskrim AKP Ngadiyo, Senin (19/11)

GROBOGAN- Atas kepemilikan senjata api laras panjang rakitan dan belasan butir peluru tajam, Juratman (54) warga RT 02/RW 02 Dusun Ngumpuk, Desa Sendangharjo, Kecamatan Karangrayung, ditangkap jajaran Reskrim Polres Grobogan, Senin (19/11). Senjata laras panjang rakitan tersebut digunakan Juratman untuk berburu babi di hutan wilayah KPH Telawah dan KPH Semarang Timur.

“Penangkapan tersangka berdasarkan atas laporan warga setempat. Awalnya warga mengira bahwa yang dimiliki tersangka adalah senjata api laras panjang jenis M16. Namun, setelah kami cek, ternyata senjata rakitan yang berpeluru tajam, akhirnya tersangka kami amankan,” kata Kapolres Grobogan AKBP Y Ragil Heru S melalui Kasubag Humas AKP Mukid didampingi Kasat Reskrim AKP Ngadiyo, usai memeriksa tersangka di Mapolres setempat, Senin (19/11).

Dijelaskan Kasat Reskrim, tersangka merupakan seorang petani yang kerap diajak oleh anggota Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) sebagai penunjuk jalan pada waktu berburu babi di hutan. Karena sering diajak berburu itulah, timbul inisiatif tersangka untuk membuat senjata laras panjang rakitan. Karena tidak memiliki izin, akhirnya polisi menangkap tersangka dan mengamankan sejumlah barang bukti yaitu senjata api rakitan dengan panjang laras 95 cm, dan 14 butir peluru kaliber 5,56 cm serta satu peluru hampa kaliber 5,56 cm, satu buah obeng, dan pelumas senjata.

Sementara itu, Juratman mengakui bahwa dirinya memesan laras senjata di Gemolong, Kabupaten Sragen. Setelah laras yang dipesannya jadi, Juratman lantas membuat sendiri popor senjata dari kayu jati. “Saya membuatnya sendiri. Tidak ada tujuan lain selain untuk berburu babi. Kalau pelurunya, saya minta dari anggota-anggota Perbakin yang saya antar berburu, hingga terkumpul lebih dari 20 butir. Saat ini pelurunya tinggal 14, karena sudah saya gunakan untuk menembak babi hutan,” terang tersangka.

Ketika ditangkap, tersangka awalnya mengelak dan mengatakan bahwa senjata tersebut dibawa rekannya di Sragen. Namun ketika didesak, akhirnya pelaku mengakui menyimpan senjata tersebut dengan cara dikubur di dalam tanah belakang rumahnya. (K11/JBSM/TAB)


Share this article :

Poskan Komentar

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. HARIAN SEMARANG - Semarang Banget - All Rights Reserved
Template Created by Mas Fatoni Published by Tonitok
Proudly powered by Blogger