Berita

[Berita][bleft]

Artikel

[Ekonomi][twocolumns]

Pelet Tak Bakal Tahan Lama

Segala sesuatu yang instan, pasti tidak awet. Keabadian hanya berlaku bagi yang hakiki. Cinta yang lahir lewat jalan pintas, guna-guna misalnya, tak tahan lama.

Semasa kuliah di Solo, Vita dikejar-kejar anak Klaten. Harno namanya. Vita pun menolak dengan berbagai pertimbangan. Tetapi Harno ogah menyerah, dan justru merasa tertantang. Agar mendapatkan hati Vita, Harno melakukan berbagai cara untuk merayunya. Tapi hingga hampir dua tahun, Vita tetap tak tergoyahkan.

Sampai suatu ketika hati Vita luluh juga. Sebenci apapun, di hati perempuan selalu tersisa rasa iba. Lama-lama Vita merasa kasihan. Dia sudi menemui Harno kala cowok kurus itu main ke kosnya. Lalu bersedia diajak ngobrol, terus mau meminjamkan buku, alat tulis, bahkan motornya.

Ingin tahu mengapa Vita menyerah? Ini dia: Harno mendatangi dukun ampuh di sudut Kota Solo, dan meminta jimat penakluk hati wanita. Akibatnya, Vita kehilangan akal. Di bawah pengaruh pelet, ia berubah drastis.

Teman-temannya heran bukan kepalang melihat Vita sering berboncengan dengan Harno. Setiap pulang kuliah, Vita selalu menghabiskan waktu di kamar Harno. Seorang teman karibnya mencurigai Vita telah berpacaran terlalu jauh. Namun Vita enteng menjawab bahwa ia menikah siri, tanpa kehadiran wali.

Takut orang tuanya tahu, Vita meminta orang tuanya menikahkan secara resmi. Beberapa waktu lalu, dihelatlah perkawinan sederhana di Gunungpati. Seminggu paska nikah, Vita dan Harno kembali ke Solo untuk melanjutkan kuliah. Keduanya lantas tinggal bersama di rumah kontrakan.

Hari terus berganti. Teman-teman Harno dan Vita lambat laun melihat keganjilan pada keduanya, sebab mereka tak terlihat mesra sebagaimana umumnya pengantin baru. Mereka terkesan sibuk dengan aktivitas masing-masing. Harno pun tak tampak berupaya mencari nafkah. Justru Vita yang mendapat penghasilan dari memberi les privat untuk anak-anak.

Terbuktilah “teori guna-guna”: hanya seumur jagung. Tak sampai dua bulan menjalin rumahtangga, Harno dan Vita tampak seperti teman biasa. Hubungan mereka hambar, hampa, garing, dan tak enak dilihat. Puncaknya, Kantor Pengadilan Agama lah yang mereka datangi guna mendaftarkan gugatan cerai. Karena memang tak ada lagi cinta, hakim memutuskan keduanya pisah.

Usai pegatan, Vita baru merasa telah menjadi korban laki-laki. Dia menyesali ketololannya. Walau Vita beruntung tidak mengandung, ayahnya yang malu atas kejadian itu jatuh sakit lantas meninggal.

Vita kini hanya berteman kesedihan. Sudah menjanda, ditinggal mati orang tua pula. Dia merasa sangat bersalah sebab belum sempat meminta maaf pada sang ayah yang telah dikecewakannya … (Kisah nyata Vita, bukan nama sebenarnya di Gunungpati, yang dituang ke dalam tulisan oleh Abdul Mughis)
Post A Comment
  • Blogger Comment using Blogger
  • Facebook Comment using Facebook
  • Disqus Comment using Disqus

3 comments :

Silahkan tulis komentar, saran dan kritik anda di bawah ini!
Terima kasih atas kunjungannya, semoga silaturrahim ini membawa berkah dan manfaat untuk kita semua, dan semoga harsem makin maju dan sukses selalu. amin.


Desakundi

[Desakundi][threecolumns]

Pendidikan

[Pendidikan][list]

Ekonomi

[Ekonomi][grids]

Politik

[Politik][bsummary]

Oase

[Oase][threecolumns]